3 Daerah Masuk Zona Kuning, Khofifah Tetap Gencar Operasi Yustisi

JawaPos. com –Empat hari menjelang berakhirnya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), status zona risiko di Jawa Timur kembali berubah. Dilansir dari website formal Covid-19 di Jawa Timur, cerita status zona banyak berubah.

Zona kuning mulai menjelma, sedangkan zona merah berkurang. Zona kuning itu meliputi Sampang, Pamekasan, dan Mojokerto. Lalu, zona merah masih di Madiun dan Trenggalek. Daerah lain yang sebelumnya merah, sudah berganti ke oranye. Laksana Ponorogo, Kediri, serta Kota Geruh.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jawa Timur untuk terus mencari jalan. Ikhtiar bersama mencegah penyebaran virus Covid-19.

”Status daerah masih fluktuatif.   Saling tahu untuk patuh protokol kesehatan, ’’ kata Khofifah pada Kamis (4/2).

Dia menyebut, hingga kini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya meningkatkan kepatuhan masyarakat. Level kepatuhan itu sempat tinggi menghadap akhir tahun. Kala itu, tren kasus positif Covid-19 mulai mendarat.

”Cara yang dilakukan adalah intensitas yustisi. Data Dasar Tugas Covid-19 menyatakan operasi yustisi mulai digelar pemprov pada September, ” terang Khofifah.

Hingga kini, operasi yustisi telah berlangsung di 12, 7 juta titik lebih. Operasi yustisi tersebut tidak hanya menindak masyarakat. Ada tempat usaha yang dihentikan karena melanggar protokol kesehatan. Jumlahnya 90 tempat usaha.

Kawasan dengan titik yustisi terbanyak adalah Polresta Sidoarjo. Yustisi digelar dalam 1, 3 juta titik. Daerah selanjutnya Bojonegoro dengan total satu, 1 juta titik lebih, dan Pacitan sekitar 1 juta bintik.

Sementara itu, kawasan dengan titik yustisi terendah merupakan Polres Bangkalan yang baru 56 ribu titik lebih. Lalu, Polres Batu 7 ribu titik lebih, serta Polres Pasuruan Kota yang baru 9 ribu titik lebih.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Makhyan Jibril mengerucutkan buatan yustisi selama PPKM berlangsung. Mutlak, lebih dari 2 juta teguran diberikan kepada pelanggar. Teguran menyesatkan tinggi adalah saat PPKM diterapkan.

”Intensitas yustisi ditingkatkan. Banyak warga yang terjaring. Tersebut bukti tingkat kepatuhan masyarakat sedang lemah, ’’ papar Makhyan Jibril.

Saat ini, tinggi dia, tingkat kepatuhan menggunakan kedok mulai pulih. Angkanya sekitar 80 persen. Daerah dengan tingkat kepatuhan menggunakan masker tertinggi adalah Sidoarjo. Selanjutnya Magetan, Kota Malang, Kota Probolinggo, dan Tulungagung.

Daerah dengan tingkat kepatuhan memakai masker rendah adalah Nganjuk, Lumajang, Kota Pasuruan, dan Blitar. Jibril berharap, tingkat kepatuhan itu merebak di seluruh daerah.

”Sebab Covid-19 melanda di seluruh daerah, antisipasi juga harus dilaksanakan di semua daerah, ’’ cakap Makhyan Jibril.

Saksikan video menarik berikut ini: