3 Kades di Jember Terdakwa Kasus Narkoba Divonis 8 Bulan Penjara

JawaPos. com –Tiga orang kepala desa nonaktif yang menjadi terdakwa kasus narkoba divonis delapan bulan penjara. Satu kades nonaktif lainnya divonis 16 bulan penjara oleh indah hakim dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, Senin (8/11) sore.

Konvensi lanjutan pembacaan putusan tersebut dipimpin ketua majelis ketua I Wayan Gede Rumege, didampingi dua anggota majelis Alfon Sus Nahak & Sigit Triatmojo. Sidang diikuti jaksa penuntut umum Yuri serta penasihat hukum terdakwa Suyitno Rahman.

”Keempat terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 127 bagian 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 bagian 1 KUHP, ” cakap juru bicara PN Jember Sigit Triatmojo seperti dilansir dari Antara di Jember.

Tiga kades nonaktif yang divonis delapan bulan penjara, yakni M. Mukib, Kades Wonojati di Kecamatan Jenggawah, kemudian Sugianto (Kades Tamansari di Kecamatan Wuluhan), dan Heri Hariyanto (Kades Glundengan di Kecamatan Wuluhan). Namun kades nonaktif yang divonis 16 bulan penjara Moh. Alwi, Kades Tempurejo dalam Kecamatan Tempurejo, karena terkebat dalam dua perkara narkoba.

”Para terdakwa telah terbukti dinyatakan jadi penyalahguna narkotika golongan satu, sehingga atas perbuatan para terdakwa dijatuhi pidana tangsi 8 bulan untuk masing terdakwa dalam dua tentang, ” tutur Sigit.

Dari empat terdakwa itu, berkas perkara terdakwa Moh. Alwi menjadi perut berkas (split). Sehingga, dengan bersangkutan divonis dalam perut perkara, yakni Nomor 620 dan 621 masing-masing semasa delapan bulan penjara.

”Terdakwa menggelar pesta sabu-sabu di dua tempat yang berbeda dengan kelompok yang berbeda, sesuai hasil para saksi dan barang bukti telah terbukti dengan sah menggunakan sabu-sabu. Sehingga terdakwa Moh. Alwi harus menjalani dua putusan selama 16 bulan penjara, ” terang Sigit.

Sementara itu, penasihat kaidah terdakwa Suyitno Rahman mengucapkan, pihaknya telah menerima vonis yang dibacakan majelis ketua tersebut dan tidak mengajukan banding. ”Setelah dirundingkan dengan klien kami, semuanya menerima putusan majelis hakim secara putusan delapan bulan tangsi dan 16 bulan kurungan, ” tutur Suyitno.

Penasihat hukum terdakwa tidak mengajukan banding dan begitu juga jaksa penuntut umum, sehingga putusan molek hakim dinyatakan inkracht  atau berkekuatan adat tetap.

Sebelumnya,  JPU menuntut satu tahun penjara terhadap empat kades nonaktif yang menjadi terdakwa kasus narkoba. Sehingga, vonis majelis hakim tersebut bertambah ringan dibandingkan tuntutan JPU.