‎LSI Denny JA Beberkan 5 Pesan Ekonomi Indonesia Bisa Kembali Sembuh

JawaPos. com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menilai asosiasi bisa beraktivitas seperti sedia kala walaupun di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Air. Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masolman mengutarakan bahwa aktivitas masyarakat perlu lekas dikembalikan seperti semula.

Hal ini karena ekonomi di dalam negeri memburuk akibat virus dengan berasal dari Tiongkok tersebut. “Semakin lama ekonomi akan bergulir ya artinya semakin besar PHK terpapar, semakin besar ekonomi ambyar, ” ujar Ikrama dalam konfrensi pers LSI Denny JA di Jakarta, Sabtu (16/5).

‎Kendati demikian, Ikrama menuturkan bahwa  acara masyarakat tidak bisa bergulir dalam semua kota dan kabupaten yang ada di Indonesia. Hanya kira-kira wilayah saja yang menurut pandangannya sanggup menjalankan kembali roda perekonomian.

Ikrama menyebutkan, tersedia lima kisi-kisi atau ketentuan daerah yang aktivitas ekonominya bisa reda seperti sedia kala.

‎Kisi-kisi pertama, aktivitas ekonomi perdana bisa bergulir di wilayah secara grafik kasus Covid-19 yang melandai. Wilayah itu diantaranya Provinsi Bali, Provinsi DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Apalagi kita tahu DKI Jakarta menguasai lebih dari 30 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga mungkin perputaran ekonomi di daerah sentral ini mempercepat pemulihan, ” ungkapnya.

Kemudian kisi-kisi kedua adalah asosiasi yang usia di bawah 45 tahun bisa kembali bekerja buat memulihkan ekonomi. Sementara untuk dengan berusia di atas 45 tarikh bisa tetap beraktivitas di sendi.

“Kalau melihat data yang kami olah, mereka yang berumur 45 sampai 59 tahun itu punya kecenderungan kasus wafat yang cukup signifikan. Sehingga itu sangat rentan terhadap Covid-19 kala harus bekerja di luar, ” ujarnya.

Kisi-kisi ketiga adalah masyarakat yang memiliki aib bawaan atau di atas piawai 45 tahun harus tetap berada di rumah. Hal ini menunjuk bahwa kelompok usia di atas 45 tahun memiliki penyakit bawaan seperti jantung, diabetes, hipertensi, aib paru dan gangguan pernapasan.

Kisi-kisi keempat adalah klub harus terbiasa dengan gaya tumbuh yang baru di tengah pandemi virus Korona. Misalnya menerapkan jaga jarak, memakai masker, kemudian membasuh tangan dengan sabun.

“Ini menjadi catatan untuk mengistiadatkan diri hidup berama dengan virus yang selu mengancam hingga adanya vaksin yang ditemukan, ” ungkapnya.

‎Kemudian kisi-kisi kelima adalah semua pihak harus bersepakat untuk bisa menerapkan protokol kesehatan tubuh seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Cara itu diyakini bisa memutus penyebaran virus Korona di tanah air. “Harus senada dalam memerangi Covid-19 sehingga kita dapat menghindari tambahan jumlah kasus baru, ” pungkasnya.