Anindya: Luhut Minta Kadin Kawasan Harus Naik Kelas

JawaPos. com – Bahan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusantara Anindya Bakrie mendampingi sebanyak pengurus Kadin Daerah bersemuka Menteri kordinator Kemaritiman & Investasi (Menko Marev) Luhut Binsar Pandjaitan.

Anin menuturkan, pertemuan itu digelar di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin (29/3). Dalam pertemuan tersebut, Luhut berpesan agar Kadin daerah bisa naik bagian.

“Sebenarnya kami ini hanya mengantar teman-teman dari Kadin daerah, karena mereka adalah panglima-panglima pengusaha dan perusahaan di daerah. Hadir di sini dari Kepri (Kepulauan Riau), Babel (Bangka Belitung, Jawa Barat, Papua Barat, Gorontalo, Bali. Ini hanya beberapa dari 34 provinsi, ” kata pendahuluan Anindya, usai pertemuan secara Luhut.

Anin yang masih menjabar sebagai Wakil Ketua Umum Kadin itu juga mengatakan, pertemuan dengan Luhut membicarakan mengenai berbagai kesempatan investasi pasca Covid-19 dengan adanya stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan turunan Undang-Undang Menjadikan Kerja.

Selain itu, dalam diskusi itu, para Ketua Kadin Wilayah juga menyampaikan sejumlah harapan ke Luhut untuk bisa melakukan kerja sama, pertama sejumlah usaha yang bisa dikerjakan di daerah.

“Pak Luhut memberikan ada banyak yang mampu dikerjasamakan antara pemerintah secara Kadin. Misalnya, food estate yang saat ini pantas digarap pemerintahan Presiden Jokowi. Jadi, saya lihat dengan seperti ini akan betul besar dampaknya bagi perekonomian, ” ujarnya.

Menurut nya, saat ini situasi di daerah maupun dalam pusat sedang sulit. Misalnya, likuiditas dari perbankan sangat tinggi meskipun para pengelola Kadin daerah masih mendapatkan tetesannya sehingga perekonomian bisa bergerak.

“Di sinilah kita percaya, kalau memang Kadin itu kudu bisa tumbuh kembali pasca Covid-19. Tapi, tumbuhnya bareng-bareng, ” jelasnya.

Lebih lanjut Anindya selalu menuturkan, Luhut mengingatkan agar Kadin naik kelas. Di dalam pertemuan, dibahas mengenai daerah industri, kawasan industri turisme, produk lain pariwisata dalam Bali, hingga berbagai macam hal infrastruktur.

“Pak Luhut juga menodong agar Kadin lebih pokok membumi untuk bisa menolong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi lulus, ” ujarnya.

Sebab, zaman sekarang UMKM itu berbeda dengan UMKM zaman dahulu yang ukurannya cukup besar. Untuk tersebut, Luhut meminta agar Kadin seluruh daerah dikumpulkan untuk mendengarkan paparan pemerintah tepat mengenai UMKM.

“Pak Menko mengatakan, sokong kumpulkan teman-teman Kadin provinsi lain untuk bisa mampu paparan langsung dari dia. Mudah-mudahan sebelum Puasa kita atur waktunya, sehingga Kadin dapat bermitra lebih baik lagi dengan pemerintah. Karena memang fungsi Kadin adalah mitra strategis pemerintah, ” jelasnya.

Pada tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Bangka Belitung Tomas Jusman mengapresiasi komitmen Anindya yang memfasilitasi pengelola Kadin daerah bertemu secara Luhut. Menurut nya, ini menunjukkan Anindya ingin memajukan Nusantara ini dari daerah-daerah.

“Kami sangat kritik Pak Anindya Bakrie yang bisa memfasilitasi kami bertemu Pak Menko (Luhut). Tentunya momen langka bagi awak. Kami merasa bahwa komitmen Pak Anindya ingin kita maju bersama membangun Nusantara itu dari daerah, serta inilah bentuk komitmennya bersemuka Pak Menko, ” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Tomas menyampaikan potensi-potensi yang ada di Uzur Belitung. Saat ini, Uzur Belitung sedang bertransformasi daripada perekonomian berbasis sumber daya alam (SDA) ke perekonomian berkelanjutan. Salah satunya wisata, mengingat garis pantai pada Babel sekitar 1. 200 kilometer.

“Kita mengusulkan kawasan ekonomi istimewa pariwisata. Kita harap audiensi ini jadi momen baik untuk percepatan kawasan ekonomi pariwisata. Di Babel jadi trigger untuk mendorong sumber perekonomian baru dalam mengakui investasi-investasi baru pada era pemulihan ekonomi nasional betul dibutuhkan, ” jelas tempat.

Sementara tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Barat Cucu Sutara mengucapkan, Luhut mengharapkan Kadin menjelma partner dan mitra strategis bagi pemerintah ke depannya. Kadin tidak boleh status diam dan putus sangka di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Pak Menko meminta Kadin bicara terdepan untuk pemulihan ekonomi nasional. Kita tidak boleh putus kira meski pandemi, tapi kudu yakin, ” tutupnya.