Awak Sudah Lama Tahu, Kebiadaban Bapak Tiri Siksa Anak hingga Tewas

JawaPos. com- Cerita kekejaman Dicky Setiawan terhadap R, bujang tirinya, ternyata sudah lama terjadi. Setiap kali bocah 3 tahun itu dinilai rewel, Dicky yang tinggal di Dusun Nyamplung, Daerah Sumokali, Kecamatan Candi, Sidoarjo, itu mudah tersulut emosi. Lalu, menyiksa R dengan biadab.

”Dari hasil pemeriksaan, pelaku kesal karena korban rewel saat dikasih makan, ’’ jelas Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja, Rabu (3/11). Selain itu, kepada aparat, Dicky mengaku korban R kerap menangis hingga pelaku geregetan.

Sejak Dicky menikahi ibunda R enam bulan lalu, memar-memar pada tubuh anak itu kerap tampak. Sejumlah warga sudah mengetahui perilaku keji tersebut. ”Kadang di badannya ada bekas sundutan rokok, kadang-kadang ada memarnya, ’’ introduksi salah seorang tetangga karakter di Dusun Kedungkampil, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, dengan enggan disebut namanya.

Dulu, mereka bertiga memang sempat tinggal satu rumah dengan almarhumah ibunda R, yaitu di Dusun Kedungkampil. Cerita kekejaman itu bukan sekali dua kali. Sudah terlalu sering. Kelakuan pelaku jadi omongan tetangga. Bahkan, zaman tahu ada bekas rusak, tetangga di Porong sempat akan berkumpul untuk me pelaku. Namun, pelaku mengikuti rencana tersebut dan pindah ke rumahnya di Candi.

Di rumah Candi itulah, aksi pelaku diduga kian menjadi-jadi. Hingga berujung mair korban. Namun, karena target akan dimakamkan di Porong, tetangga kembali curiga. Itu geram karena tahu-tahu R sudah meninggal dengan penuh luka dan lebam. Sebab alasan itulah, pelaku sempat dihajar warga saat akan memakamkan anak tirinya itu.

”Karena tetangga sudah gregetan sebelumnya. Begitu tahu jenazahnya seperti itu, tambah masygul lagi dan yakin kalau meninggalnya tidak wajar, ’’ kata warga Kedungkampil yang lain. Untung saja, pelaku tepat diamankan dari amukan masyarakat.

Sebetulnya, tetangga korban pernah meminta ibunda R buat melaporkan kelakuan suaminya ke polisi. Namun, perempuan 38 tahun itu tak segera melakukannya. R adalah budak Wiwik dengan suami pertamanya. Mereka bercerai ketika R masih berumur sekitar setahun.

”Sudah ada tetangga yang baik-baik menasihati karena memang sudah keterlaluan. Tapi, ya belum sempat melapor, anaknya sudah meninggal, ’’ katanya.