Bamsoet Terpilih Aklamasi Sebagai Ketum IMI 2021-2024

JawaPos. com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) terbatas secara aklamasi menjadi Ketua Ijmal Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2021-2024.

Berlandaskan sifat gotong royong berupa Standing and Growing Together bersama segenap anak besar IMI dari pusat tenggat daerah dan berbagai tokoh otomotif nasional, dirinya bertekad menjadikan IMI semakin solid, mandiri, berdaya bertugas, dan berkelanjutan. Sehingga IMI mampu terus bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Tercatat kira-kira 7. 398 club otomotif yang merepresentasikan sekitar 110. 000 road users di 34 provinsi tergabung dalam keluarga besar IMI. Di tataran organisasi, IMI memiliki 5. 210 sport clubs, 838 mobility clubs, dan 1. 350 sport and mobility clubs.

“Karenanya IMI harus mulai menentang era digitalisasi, baik dalam pengembangan klub maupun keanggotaan, ” ujar Bamsoet usai ditetapkan sebagai Pemimpin Umum IMI 2021-2024, dalam Perhimpunan Nasional IMI IX Tahun 2020, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (20/12/20).

Turut datang para pengurus IMI 2016-2020 jarang lain Ketua Umum Sadikin Aksa, Sekretaris Jenderal Jeffrey JP, serta para Ketua IMI dari berbagai provinsi. Hadir secara virtual jarang lain Ketua Umum KONI Induk Letjen (purn) Marciano Norman, & Sekretaris Kementerian Pemuda dan Gerak Gatot Dewa Broto.

Hadir pula Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Anggota Komisi X DPR RI Robert Kardinal, dan Ketua Umum IMI 2011-2015 yang kini menjadi Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna.

Ketua DPR RI ke-20 ini menekankan pentingnya menjadikan olahraga otomotif sebagai pabrik dan hiburan yang mendukung kalender pemerintah di sektor pariwisata, ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial. Di setiap tahun, setidaknya IMI harus mampu menyelenggarakan 680 kegiatan club events, 510 kegiatan IMI province events, 189 kegiatan national championship, serta 32 kegiatan national series.

Mengingat di skala universal IMI berafiliasi kepada Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), karenanya setiap tahun IMI harus mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan motorsport berskala dunia.

“Minimal 4 kegiatan international series dan 4 kegiatan international championship. Salah satu peluang yang bisa diambil yaitu FIA Electric and New Energy Championship, ” tandas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Motor Besar Indonesia (MBI) ini menegaskan, IMI juga harus mendukung pemerintah dalam mengedukasi keselamatan berlalu lintas di jalan raya. IMI akan menggencarkan standarisasi tata cara berkendara berkelompok sebagai panduan komunitas otomotif dalam melakukan berbagai aktivitasnya.

“IMI berkomitmen menjadikan kegiatan touring club otomotif tak hanya sekadar sarana rebah belakang dan payah. Melainkan juga harus memberikan poin tambah ekonomi. Antara lain dengan mempromosikan destinasi wisata yang dilalui selama touring, menjaga kelestarian dunia, dan memberikan bantuan sosial ke berbagai lapisan masyarakat, ” tegas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini pula mendorong IMI bisa mewujudkan kesahihan olahraga dan industri modifikasi otomotif, yang saat ini sedang berkembang di berbagai penjuru daerah. Sehingga meningkatkan nilai tambah ekonomi UMKM di sektor otomotif sebagai lupa satu penyelamat perekonomian dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Indonesia juga memiliki peluang gede dalam digital motorsport. IMI bergabung Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah bekerja sama mengembangkan Akademi Digital Motorsport Indonesia (ADMI). Trend kelanjutan digital motorsport di dunia langsung melesat. Bahkan telah masuk di dalam salah satu cabang FIA, dan telah disertifikasi oleh FIA dalam 2018. Karenanya, Indonesia tak dapat tertinggal, ” tutur Bamsoet.

Bamsoet juga mengapresiasi bermacam-macam capaian IMI dibawah kepemimpinan Sadikin Aksa selama periode 2016-2020. Selain telah memajukan industri dan olahraga otomotif, IMI juga menjadi pola pertama yang memasukan paham kewarganegaraan nasional Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, serta Bhineka Tunggal Ika) dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

“Menunjukan kuatnya komitmen tim besar IMI terhadap nilai-nilai kewarganegaraan nasional yang mengedepankan prinsip gotong royong dan menjunjung tinggi semangat nasionalisme. IMI telah menjadi bagian lantaran Duta Empat Pilar MPR RI, ” pungkas Bamsoet.