BNPB Laporkan Ada 2. 203 Bencana Sampai 30 Oktober

JawaPos. com –Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 2. 203 bencana alam terjadi pada Indonesia. Terhitung sejak 1 Januari hingga 30 Oktober.

Kejadian petaka alam yang paling banyak terjadi berupa banjir, diikuti puting beliung, tanah terbis, kemudian kebakaran hutan dan lahan. Mayoritas bencana alam tersebut terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Pusat, dan Aceh.

Berdasar data BNPB, gangguan banjir ada 891 perihal, puting beliung 587 peristiwa, tanah longsor 406 peristiwa, kebakaran hutan dan lahan 258 kejadian. Selanjutnya, petaka gempa bumi tercatat 26 kejadian, gelombang pasang & abrasi 22 kejadian, mengikuti kekeringan 22 kejadian.

Ribuan bencana negeri tersebut menyebabkan 6, 63 juta orang menderita dan mengungsi. Sebanyak 13. 031 orang luka-luka, 549 orang meninggal dunia, dan 74 orang hilang.

BNPB juga mencatat ada 134. 587 rumah hancur dengan rincian 17. 007 rumah rusak berat, 24. 035 rumah rusak sedangkan, 93. 545 rumah hancur ringan. Selain itu, sebanyak 3. 597 fasilitas jemaah juga mengalami kerusakan yang meliputi 1. 446 kemudahan pendidikan, 1. 798 sarana peribadatan, dan 353 fasilitas kesehatan. Kemudian, terdapat 502 kantor dan 359 jembatan rusak.

Kepala BNPB Ganip Warsito menegaskan, pentingnya peringatan dini pada menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Terutama dampak yang ditimbulkan akibat La Nina dengan diprakirakan akan bertahan datang Februari 2022.

Dia menyampaikan, peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menjadi salah satu referensi untuk ditindaklanjuti di lapangan. Bahkan BNPB memasang 27 alat rujukan dini bencana tanah terbis untuk membantu pengambilan keputusan proses evakuasi masyarakat.

Alat tersebut sedang terus ditambah hingga menjangkau ke seluruh pelosok Nusantara yang berpotensi bencana. ”Dalam waktu dekat penambahan kendaraan untuk beberapa wilayah arus sungai di Jawa Timur dan Jawa Tengah bakal dilakukan penambahan sebanyak tujuh unit alat, ” tutur Ganip seperti dilansir sebab Antara .