Bulan Depan, Rachmat Irianto Menikah pada Usia 21 Tahun

JawaPos. com – Renegosiasi kontrak membuat pemain Persebaya Surabaya mendapat gaji 50 komisi. Padahal, sampai saat ini, belum ada kejelasan soal lanjutan Asosiasi 1 2020.

Kedudukan itu membuat pengeluaran klub membanyak. Sebab, sebelumnya, selama kompetisi sepi, Persebaya hanya membayar gaji pemain sebesar 25 persen. Lalu, apakah manajemen bakal membayar gaji pemain sebesar 25 persen lagi? Mengingat saat ini kompetisi juga masih mandek.

’’Kami nggak mampu ambil keputusan seperti itu (gaji 25 persen). Sekarang kami belum bisa melangkah ke sana, ’’ kata Ram Surahman, sekretaris tim Persebaya, saat dihubungi Jawa Pos.

Membayar gaji pemain 50 upah saat kompetisi mandek cukup mengandung. Tapi, untuk kembali ke perolehan 25 persen, harus ada regulasi yang jelas dari pihak federasi.
Artinya, seluruh pemain, guru, dan staf ofisial tetap memiliki gaji sesuai renegosiasi kontrak. Yakni, sebesar 50 persen. Aturan penghasilan 50 persen itu pun sejatinya sudah sesuai regulasi PSSI.

Karena itu, Persebaya mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan. Hanya, Ram berharap segera ada kejelasan kapan kompetisi digelar. ’’Kami kemaluan kepastian, ’’ kata pria pokok Gresik tersebut.

Semasa belum ada kejelasan, tim diliburkan. Beberapa pemain memilih pulang dukuh. Namun, ada juga yang memilah tetap bertahan di Surabaya. Aryn Williams salah satunya. Pemain pokok Australia itu sejatinya sempat berpikir untuk pulang ke Perth.

’’Tapi, saya pikir peraturan karantina dua minggu akan membuat waktu saya dengan keluarga redup, jadi ya saya di sini (Surabaya) saja, ’’ ungkapnya. Pemerintah Australia memang mewajibkan karantina bagi warganya yang baru datang daripada luar negeri.

Selain Aryn, Mahmoud Eid dan Santap Konate tetap bertahan di Surabaya. Ini jadi kali kedua Konate memilih bertahan di Surabaya. Padahal, tim pelatih memberikan lampu hijau bagi pemain asing untuk kembali kampung. Maklum, durasi libur pula akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Di sisi lain, beberapa pemain lokal yang tinggal di sekitar Surabaya dan Sidoarjo kini memiliki aktivitas lain. Rendi Irwan balik memimpin latihan di SSB Kelud Putra. Di SSB yang berpusat di Klagen, Sukodono, Sidoarjo, tersebut, pemain 33 tahun itu menjabat pelatih kepala.

’’Nanti saya pasti akan langsung pegari ke Klagen, lebih banyak terlihat di lapangan untuk memimpin pelajaran, ’’ jelas bapak tiga bani tersebut.

Sementara tersebut, bek Rachmat Irianto hanya pokok melakukan persiapan pernikahan. Rencananya, putra asisten pelatih Bejo Sugiantoro tersebut melepas masa lajang pada 8 November mendatang. ’’Persiapan (pernikahan) telah 95 persen. Sudah jauh lah, ’’ terang pemain jebolan awak internal Indonesia Muda berusia 21 tahun itu.