Dinkes Kembali Temukan 14 Santriwati Ponpes Positif Covid-19

JawaPos. com –Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mencatat 14 jamaah santriwati di pondok pesantren di Kecamatan Cilaku, positif Covid-19 berdasar hasil tes usap. Mereka menjalani isolasi mandiri. Sedangkan puluhan santri lain menjalani tes usap guna mengetahui kondisi kesehatannya.

Juru Bicara Pusat Informasi lalu Koordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal seperti dilansir dari Antara mengatakan, temuan kedua kalinya klaster pondok pesantren di Cianjur, berawal dari seorang santriwati yang dilaporkan mengalami kehilangan indra penciuman saat memeriksakan sendiri ke puskesmas setempat. Sehingga, diaplikasikan tes usap dengan hasil positif Covid-19.

”Gugus tugas langsung melakukan penelusuran terhadap puluhan santriwati lain, termasuk guru lalu pengurus yayasan. Saat ini baru 14 orang yang dinyatakan positif dan menjalani isolasi di lingkungan ponpes. Termasuk 60 orang santri dan guru menjalani isolasi sambil menunggu hasil tes usap, ” kata Yusman di Cinajur pada Senin (23/11).

Dia menjelaskan, setelah hasil usap keluar, santriwati yang dinyatakan negatif maka akan dipulangkan. Sedangkan bagi yang positif tanpa gejala akan menjalani isolasi di ponpes di bawah pengawasan gugus tugas dan tim kesehatan puskesmas setempat. Mereka akan menjalani beberapa kali tes usap, hingga dinyatakan sembuh.

Pihaknya mengimbau pengurus ponpes atau yayasan, dapat secara rutin melaporkan kegiatan dan kondisi kesehatan santri sebagai upaya penanganan cepat ketika klaster lain terjadi di ponpes di Cianjur. Sehingga, upaya memutus rantai persebaran dapat cepat dilakukan, agar tidak meluas hingga keluar lingkungan ponpes.

”Untuk antisipasi, kami tidak pernah bosan mengimbau ponpes yang sudah menggelar belajar mengajar secara normal, untuk rutin berkoordinasi dengan gugus tugas atau pusat layanan kesehatan terdekat proses pemeriksaan kesehatan santri, guru, dan pengurus lainnya, sebagai upaya memutus rantai persebaran yang sporadis, ” ujar Yusman.

Hingga saat ini, pihaknya terus berupaya menekan angka penularan dengan melakukan tes cepat dan usap dan penelusuran agar persebaran tidak meluas. ”Kami ingatkan seluruh lapisan tuk mematuhi protokol kesehatan sebagai cara memutus rantai persebaran. Terkait dari mana belasan santriwati terpapar masih dalam penelusuran, ” terang Yusman.

Sementara itu, terkait puluhan santri dari kluster pertama ponpes yang ditemukan terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi di ponpes sebanyak 44 orang, baru seven orang dinyatakan sembuh. Sisanya masih menjalani isolasi di ponpes karena hasil tes usap untuk ketiga kalinya belum keluar, ditambah kondisi kesehatan yang rentan membuat cara penyembuhan lambat.

Saksikan video menarik berikut terkait: