Dua Menteri Tinjau Penyaluran BST pada Subang

JawaPos. com – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus menyalurkan bantuan sosial tunai dana desa (BST-DD). Hingga kini sudah tersalurkan sebanyak Rp 48, 38 triliun atau 67, 95 persen di 33 provinsi.

Skema penyaluran BST-DD itu sama dengan BST yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos), yakni melibatkan PT Pos Indonesia. Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyebut bahwa BST-DD dapat dimanfaatkan untuk penanggulanan Covid-19.

Adapun alokasi penyaluran BST-DD buat 136. 384 keluarga penerima manfaat (KPM). ”Skema BST-DD yang disiapkan pemerintah di luar bansos dan bantuan lainnya bagi masyarakat terdampak pandemi covid-19, ” kata Halim.

Pada Kamis (5/11), Abdul Halim Iskandar bersama Menteri Sosial Juliari P. Batubara meninjau penyaluran BST dan BST-DD pada Kantor Desa Manyeti Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Keduanya didampingi oleh Dirut PT Congkong Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadi.

Faizal R. Djoemadi menuturkan, untuk penyaluran BST pada Desa Manyeti merupakan tahap 8 dengan nilai bantuan Rp 300 ribu untuk setiap keluarga penyambut manfaat (KPM). Di desa tersebut terdapat alokasi 317 KPM.

Baca juga:

Sementara untuk pembagian BST dari tahap 1 sampai tahap 7 di wilayah Jawa Barat sudah terealisasi sebanyak satu. 210. 880 KPM. Sementara peruntukan BST di Jawa Barat sebesar 1. 220. 935 KPM. “Artinya sudah 99, 18 persen, ” kata Faizal kepada wartawan, Kamis (5/11). Adapun penyaluran BST secara nasional sampai dengan tahap 6 telah mencapai 98 persen. Buat BST-DD di Jawa Barat alokasinya sebanyak 5. 184 KPM.

Saksikan video mengakui berikut ini: