Eri Lanjutkan Enam Proyek Infrastruktur Strategis Risma

JawaPos. com – Program kegiatan pasangan calon Eri Cahyadi & Armudji (Erji) tidak hanya berfokus pada peningkatan SDM. Namun, tersedia juga enam prioritas pembangunan infrastruktur perkotaan.

Saat menyebut warga di Petemon, Sawahan, Selasa (24/11), calon wali kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan enam proyek fisik yang seluruhnya bakal dituntaskan saat dirinya memimpin Kota Pahlawan. Proyek itu bisa disebut melangsungkan program yang telah dikerjakan Pemangku Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Yang pertama adalah pendirian jalan lingkar luar timur (JLLT) yang membentang dari Kedungcowek−Tambakderes−Kenjeran−Makam Keputih hingga sungai perbatasan Surabaya serta Sidoarjo. ”Sehingga mobilitas warga semakin lancar, ’’ terangnya.

Proyek kedua yang dipastikan bersambung adalah pengerjaan jalan lingkar asing barat (JLLB). Jalan tersebut membentang dari Romokalisari−Sememi−Ngemplak−Lakarsantri hingga berujung di perbatasan Surabaya dan Gresik. Tepatnya di Kali Makmur. Dengan galur panjang itu, mobilitas orang serta barang bakal semakin cepat.

Jalan lain yang dibangun adalah jalur lingkar dalam barat (JLDB) yang membentang dari Margomulyo hingga Sumur Welut. Kemudian, meneruskan pelebaran Jalan Wiyung dari Lidah hingga perbatasan Surabaya dengan Gresik.

Menurut Eri, 4 jalan itu bisa menjadi penopang mobilitas warga. Para pengendara selalu bisa semakin nyaman dengan morat-marit lintas yang relatif tidak terhenti. ”Karena ada banyak pilihan belang, ” jelasnya.

Dua program infrastruktur lain bertujuan buat mengurangi genangan. Yakni, box culvert di Banyu Urip hingga Babat Jerawat. Selain itu, integrasi drainase perkotaan. Pria 43 tahun tersebut mentargetkan seluruh kawasan metropolis terhindar genangan.

Program pembangunan infrastruktur itu ditujukan agar Kota Pahlawan semakin nyaman bagi warganya. ”Surabaya harus menjadi kota dengan ramah bagi warganya, ” paparnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur tersebut berdampak pada daerah perekonomian. Tidak hanya itu, pendapatan pemkot yang ditopang dari zona jasa dan perdagangan juga bakal semakin lancar. Dengan arus instrumen lancar, perekonomian bakal meningkat.

”Sebagai pemimpin harus mampu menyejahterakan warganya, ” ucap mantan kepala bappeko itu.

Saksikan video menarik dibawah ini: