Fraksi NasDem Dukung SKB Larangan Kegiatan FPI

JawaPos. com – Fraksi Partai NasDem DPR mendukung kebijakan negeri yang mengeluarkan Surat Keputusan Bersama-sama (SKB) enam menteri dan lembaga terkait larangan aktivitas Front Advokat Islam (FPI).

“Mendukung penuh Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia; Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Menteri Dalam Negeri, Jaksa Agung RI, Kapolri, serta Kepala BNPT tentang segala pelarangan kesibukan dan penggunaan simbol/atribut organisasi Front Pembela Islam yang nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku serta asas-asas kehidupan bersama lainnya, ” kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPR, Ahmad M Ali, seperti dikutip Jarang, Rabu (30/12).

Fraksi NasDem DPR kendati mendorong segenap aparatur negara untuk bersikap tegas, adil dalam menanamkan hukum, serta sigap menindak setiap potensi yang akan mengganggu kesopanan umum, sepanjang tidak melanggar keyakinan yang berlaku, dalam rangka terjaganya eksistensi ideologi dan Negara Satuan Republik Indonesia.

Baca juga : Mahfud MD Tunjukkan Video Imam Besar FPI Habib Rizieq Mendukung ISIS

Ali mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga ketertiban, ketentraman, serta keharmonisan sosial dalam tengah kehidupan bersama. “Fraksi Partai NasDem DPR mengajak seluruh awak bangsa untuk menghidupkan semangat dialog, toleransi, dan gotong-royong di pusat kehidupan sosial kita, ” katanya.

Wakil ketua Umum Partai NasDem ini mengatakan, kehidupan berbangsa dan bernegara haruslah berdasar pada ketentuan yang telah disepakati bersama. “Inilah esensi kehidupan republik sebagai bentuk negara kita Nusantara. Tidak boleh ada satu pula golongan atau kelompok yang bertindak sewenang-wenang dan melampaui hukum. Tak boleh ada satu pun entitas yang memaksakan pandangan, kehendak, atau kebenaran yang diyakininya terhadap entitas yang lain, ” katanya.

Indonesia, lanjut dia, negeri yang multikultural, dimana didalamnya menyimpan beragam cara pandang, bahasa, tradisi, paham, ideologi, hingga aliran keyakinan. “Sejak dulu kala, fakta itu sudah diterima oleh bangsa-bangsa dalam Nusantara sebagai kenyataan yang dijalani dengan penuh kedewasaan. Karena itulah, satu diantara Bintang Penuntun kehidupan bangsawan di negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika, ” ujarnya.

Adanya perbedaan, kata Ali, hendaknya menjadi modal bagi seluruh sikap dan tindakan seluruh elemen dan anak bangsa Indonesia, dengan ditujukan semata-mata untuk melahirkan berbagai bentuk kebaikan bersama. “Sebab, jika tidak demikian maka perbedaan tidak lagi menjadi rahmat melainkan laknat bagi kita sebagai bangsa, ” ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini: