Gubernur Bali Harapkan Pusat Segera Cairkan Insentif Nakes

JawaPos. com –Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan kepada pemerintah tengah agar insentif para tenaga kesehatan yang sisanya belum terbayarkan di 2020 dapat segera dicairkan. Era ini, jumlah pasien positif Covid-19 yang harus dirawat masih luhur.

”Kepada Bapak Gajah, kami sampaikan pembayaran insentif gaya kesehatan pada 2020 baru sampai Agustus. Jadi sisanya belum. Untuk itu, kami berharap bisa segera dibantu dicairkan, ” kata Koster seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Jumat (12/2).

Gubernur Koster dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Mikro secara virtual itu pada Kamis (11/2) berniat insentiif untuk tenaga kesehatan bisa segera dicairkan. Mengingat beban suruhan dan tanggung jawab tenaga medis makin meningkat, dengan bertambah banyaknya kasus positif Covid-19.

Dia menambahkan, sejak diberlakukannya Instruksi Mendagri No 03 Tahun 2021 mulai 9 Februari, kasus pasti Covid-19 di Bali masih menunjukkan kondisi dinamis pada angka 300 kasus per hari. Namun demikian, kondisi membaik terlihat dari sisi tingkat kesembuhan yang mencapai 87, 23 persen dari total urusan yang terjadi.

Kejadian lain terkait penerapan PPKM Mikro yang dilaporkan Gubernur Bali di antaranya, penerapan PPKM berbasis dukuh atau kelurahan dengan berpedoman pada Instruksi Mendagri. Semua desa dalam Bali menerapkan PPKM dengan tingkat treatment sesuai zonasi.

”Untuk zona merah 141 desa ataupun kelurahan, zona orange 132 kampung, zona kuning 110 desa, dan hijau 333 desa/kelurahan. total pada Bali ada 716 desa/kelurahan. Maka penekanan pada semua daerah merah lebih diperketat lagi, ” ucap Koster.

Terpaut pembentukan satgas gotong-royong di Bali sudah pada tahap pelaksanaan. Pokok, di Bali sebelumnya sudah sempat dibentuk satgas berbasis desa adat. Sementara itu, menurut gubernur, penggunaan hunian RS rujukan rata-rata di dalam tingkat 70 persen, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua bagi tenaga kesehatan tubuh akan dilaksanakan pada 21 Februari.

Saksikan video menarik berikut ini: