Handayani Bantah Buka Banyak Rekening untuk Bisnis Narkoba

JawaPos. com –Terdakwa tindak kejahatan narkotika, Handayani, hari ini (14/4), mengikuti sidang tambahan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di PN Surabaya. Dalam persidangan tersebut, dihadirkan 5 orang saksi, masing-masing dari pihak kepolisian, satpam kompleks perumahan Manyar wadah perusahaan Handayani, dan juga karyawan Bank Benta.

Dalam kesaksiannya, Dimas, anggota BNNP Semarang membuktikan, saat dilakukan penggeledahan pada PT Multindo Money Changer, perusahaan milik terdakwa, tim menemukan beberapa buku rekening, laptop, token, dan uang yang jumlahnya ditaksir kira-kira 8 miliar. Bukan hanya rupiah, petugas juga menemukan beberapa mata uang asing.

”Saat dilakukan penggeledahan, kami menemukan penuh mata uang asing. Terdapat 89 item terdiri arah SGD, UGD, dinar, dirham, dan ada juga yang lain. Jumlahnya miliaran, ” sah Dimas.

Dalam persidangan tersebut juga terlihat rekening atas nama Dody Junaidi, satpam kompleks kongsi milik Handayani. Namun, patuh keterangan pria asal Ngawi tersebut, dirinya merasa tak pernah membuka rekening pada Bank Mayapada.

”Saya tidak pernah membuka rekening tersebut, ” kata Dody.