Honorer Jual Surat Antigen Buatan Pemudik, Terancam 6 Tahun Penjara

JawaPos. com – Seorang personel honorer di Dinas Kesehatan tubuh Cianjur menjadi sindikat pemalsu surat antigen untuk para-para pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman pada lebaran ini. Terungkapnya kejadian ini bermula saat Polres Ciajur berhasil mengamankan seorang sopir travel gelap berinisial MR yang kerap mengusulkan angkutan untuk mudik.

Dari para penumpang yang dibawa MR ke Cianjur selatan, mereka ternyata mengantongi surat antigen bebas Covid-19. Yang cukup mengejutkan, surat tersebut berkop Dinas Kesehatan Cianjur dengan cap dan tandatangan pegawai. “Kita telusuri ini suratnya. Alhasil kita dapat satu nama, JAB, ” ungkap Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, Selasa (4/5).

Setelah melakukan pengintaian & pengejaran, JAB alias Ibong akhirnya bisa ditangkap. “JAB atau Ibong itu dengan membuat surat antigen tidak sesuai prosedur atau tiruan, ” ungkapnya dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group) .

Tidak berhenti, dari buatan pemeriksaan dan pengakuan JAB, penyidik mendapati satu nama lain berinisial AR. AR sendiri adalah salah seorang pegawai Dinas Kesehatan Cianjur. “Jadi, yang bikin tulisan palsu JAB. Tapi buat file surat, kop surat, cap dan tandatangan tersebut dari AR yang honorer Dinkes tadi, ” urai Rifai.

Dengan tidak kalah mengejutkan, konsorsium ini sudah membuat tulisan antigen palsu sejak mula Februari 2021 lalu. “Dari keterangan tersangka, sudah melaksanakan 100-an surat keterangan (palsu), ” tuturnya.

Selama tiga bulan itu, keuntungan yang didapat JAB dan AR mencapai jutaan rupiah. “Karena surat tersebut kan buat para pemudik biar bisa melewati pembatasan petugas di perbatasan, ” jelas dia. Diakui Rifai, kop surat, stempel serta tandatangan dalam surat tersebut memang terlihat seperti asli.

“Tapi itu bukan tandatangan dr Yusman Faisal (Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur). Itu semua hasil editing JAB sampai stempel serta tandatangan, ” ungkap Rifai.

“Bahkan bukan hanya Dinkes Cianjur selalu, tapi ada juga memakai surat dari sejumlah klinik kesehatan yang diduga tiruan, ” imbunhnya.

Saat ini, pegawai honorer Dinkes Cianjur berinisial AR, tengah menjalani pemeriksaan serta sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari sindikat ini, pihaknya mengamankan sejumlah barang masukan. Di antaranya seperengkat jinjing, printer, telepon selular, stempel, dan sejumlah surat petunjuk palsu. “Tersangka dijerat Pencetus 263 KUHP dan Urusan 268 KUHP dengan risiko enam tahun penjara, ” tandasnya.