Juliari Batubara Targetkan Rp 30 Miliar dari Hasil Fee Bansos

JawaPos. com – Mantan Gajah Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara diduga menargetkan uang fee dugaan suap pemasokan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19, untuk wilayah Jabodetabek sebesar Rp 30 miliar. Hal ini sebagaimana tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Adi Wahyono, bekas pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos).

“BAP tertanggal cetakan 59 poin 1, sesudah tahap 3 selesai, ataupun sekitar Mei 2020, juliari memanggil saya dan Tunak (Kukuh Ary Wibowo mantan staf ahli Juliari Batubara), dimana saat itu dengan bersangkutan menanyakan kepada aku perihal realisasi permintaan fee kepada perusahaan, yaitu sejumlah Rp 10 ribu mulai paket. Target Juliari Peter Batubara saat itu, merupakan saya dan Joko (Matheus Joko Santoso mantan PPK Kemensos) bisa memungut fee sebesar kurang lebih 30 miliar pada tahap satu, 3, dan 6. Beta sampaikan bahwa pemintaan itu sedang diproses oleh Matheus Joko Santoso, ” kata tim kuasa hukum terdakwa Harry Van Sidabukke di Pengadilan Negeri Tindak Kejahatan Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (15/3).

Apalagi dalam BAP tersebut, Juliari mengancam akan mencoret sejumlah vendor yang tidak menyerahkan uang fee. Hal ini lantas dibenarkan oleh Lazim Wahyono, yang juga terseret dalam perkara ini.

“Saya lihat konteksnya pak. Jadi ada kurang perusahaan yang dihentikan, ataupun tidak diberikan pekerjaan sedang, ada yang masih langsung, gitu, ” ujar Unggul.

Adi lantas mengamini, sejumlah vendor yang tidak memberikan uang fee tidak lagi mendapatkan rencana pengadaan bansos pada periode berikutnya. Dia mengaku, kejadian itu sebagaimana arahan lantaran Juliari Peter Batubara.

“Apakah betul tersedia arahan dari menteri, kalau apabila perusahaan yang tidak memberikan uang tidak perlu diberikan pekerjaan lagi?, ” cecar tim kuasa adat Harry Van Sidabukke.