Kasus Kartika Putri dan Richard Lee, 3 Kali Gagal Mediasi

JawaPos. com – Dokter Richard Lee sempat diamankan oleh jajaran Polda Metro Jaya. Namun, kasus kali ini bukan terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh artis Kartika Putri.

Meski begitu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis memastikan, kasus pencemaran nama baik ini masih bergulir. Penyidik sudah beberapa kali melakukan mediasi antara Richard dan Kartika. Namun, hasilnya masih menemui jalan buntu.

“ Terkait dengan LP yang pertama kita juga sudah berupaya sesuai dengan instruksi Bapak Kapolri, kita sudah lakukan mediasi, sudah beberapa kali kita lakukan mediasi, ” kata Aulia kepada wartawan, Jumat (13/8).

Proses mediasi sudah dilakukan sebanyak tiga kali saat status kasus masih dalam tahap penyelidikan. Namun, belum ada kesepakatan damai antara Kartika dan Richard.

“ Antara pelapor dan terlapor belum terjadi satu kesepakatan terkait dengan LP tersebut, sehingga pelapor belum mencabut laporan polisinya tersebut, ” jelas Aulia.

Sebelumnya, kabar penangkapan Richard Lee diketahui publik lewat unggahan video Instagram Reni Effendi, istrinya. Dalam video itu tampak dokter Richard memberontak tidak mau dibawa keluar dari rumahnya untuk dibawa sejumlah petugas. Ia bahkan sempat beralasan mau ke toilet tapi sejumlah petugas tetap membawanya.

Reni Effendi tampak panik meminta Richard Lee jangan dibawa terlebih dahulu. “Jangan ditangkap, nanti dulu pak. Jangan dulu. Suami saya ditangkap alasannya apa? Kenapa pak? Bapak enggak jelasin, ” kata Reni Effendi sambil menangis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memastikan penangkapan ini tidak terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh artis Kartika Putri. Melainkan Richard ditangkap dalam kasus ilegal akses dan penghilangan barang bukti.

“ Perlu saya luruskan perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan KP (Kartika Putri) ini berbeda dengan upaya hukum ilegal akses dan pencurian barang bukti, ” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/8).

Yusri menjelaskan, berdasar hasil penyelidikan Richard terbukti melakukan ilegal akses terhadap akun media sosial miliknya yang telah disita oleh penyidik sebagai barang bukti. Setelah mengakses secara ilegal, Richard juga menghapus beberapa barang bukti di dalam akun.