Keluar dari WHO, Amerika Serikat Tutur WHO Telah Membuat Dunia Patah hati

JawaPos. com – Amerika Serikat menetapkan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Putusan itu berlaku efektif pada tahun depan, tepatnya 6 Juli 2021. Pengumuman itu disampaikan setelah PBB menerima surat keputusan dari Presiden Donald Trump dengan menuduh WHO terlalu bergantung di dalam Tiongkok selama pandemi Covid-19.

Trump telah mengumumkan jadwal keluar dari WHO sejak bulan lalu. Namun, dia harus mengantarkan pemberitahuan ke WHO satu tahun sebelum resmi keluar. Tidak cuma itu, AS juga harus memenuhi seluruh kewajibannya ke WHO sama dengan diatur dalam resolusi bersama WHO dan Kongres AS 1948.

Menurut data dari laman resmi WHO, AS belum melunasi kontribusinya ke Organisasi Kesehatan Dunia PBB itu sebanyak lebih lantaran USD 200 juta (sekitar Rp 2, 88 triliun). Setelah menjadi anggota selama 70 tahun, GANDAR memutuskan keluar dari WHO memikirkan ketegangan yang kian memuncak secara Tiongkok karena pandemi Covid-19.

WHO sendiri menyangkal dakwaan Trump yang menyebut WHO membantu upaya disinformasi Tiongkok terhadap keberadaan wabah. Hal itu membuat Trump makin tak percaya dengan WHO.

Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence, kepada Fox News Channel, menegaskan bahwa saat ini yang paling positif keluar dari WHO. Pence menyebut WHO telah membuat dunia kecewa, terutama terkait wabah Covid-19.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat dunia kecewa. Harus tersedia konsekuensi yang dihadapi WHO untuk masalah ini, ” sebut Pence.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan peran WHO sangat penting untuk upaya dunia melawan Covid-19. Berpedoman itu, Antonio masih belum sungguh-sungguh menanggapi putusan AS mundur sebab WHO. Menurutnya, WHO masih memerlukan negara kuat seperti AS. Kejadian tersebut disampaikan oleh juru kata PBB, Stephane Dujarric.

“Sekretaris Jenderal masih dalam cara memverifikasi kabar keluarnya AS dengan Organisasi Kesehatan Dunia, khususnya terpaut apakah seluruh syarat pengunduran diri itu telah dipenuhi, ” sekapur Stephane Dujarric.

Pada satu sisi, Ketua Dewan Agen Rakyat AS Nancy Pelosi mengecap keputusan Trump mengeluarkan AS sebab WHO sebagai langkah yang tidak masuk akal. Hal itu karena WHO menjadi garda terdepan dengan mengatur koordinasi penanggulangan wabah Covid-19 di dunia. “Dengan jutaan hayat dalam bahaya, Presiden justru membahayakan upaya komunitas internasional menanggulangi virus, ” kata Pelosi.

Hanya saja, keputusan Trump sanggup dianulir jika dia nantinya kalah oleh rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pemilihan Kepala AS pada November 2020.

Trump sendiri telah menahan bantuan dana untuk WHO di dalam April, kemudian pada 18 Mei, lewat surat dia memberi WHO waktu 30 hari untuk menyampaikan janji berbenah. Sejak menjabat jadi presiden AS, Trump telah mengeluarkan negaranya dari keanggotaan Dewan Benar Asasi Manusia PBB, Badan Kebudayaan PBB, pakta perubahan iklim dunia, dan kesepakatan nuklir dengan Iran. Dia juga memotong bantuan simpanan untuk Dana Populasi PBB & badan PBB yang membantu pelarian dari Palestina.