Kolaborasi Komunitas Gantikan Plastik sebagai Wadah Daging Kurban

JawaPos. com – Ratusan komunitas dari 42 kota di Indonesia Timur menyampaikan komitmennya buat mengurangi penggunaan plastik sebagai media  penyimpanan daging kurban. Komitmen itu ditunjukan komunitas lintas profesi serta hobi ini dengan menggunakan medium lain seperti besek, pelepah pisang dan daun jati sebagai tempat penyimpanan daging pada hari persembahan tahun ini.

Arsitek komunitas pecinta alam Surabaya Dagelan Adventure Bambang Purwanto mengatakan, pihaknya mengganti kantong plastik sekali pakai untuk wadah daging kurban secara besek.

Sebagai pecinta alam yang menjadi bagian dibanding SuperAdventure Surabaya, pihaknya mendukung jalan pemerintah mengurangi limbah plastik yang merusak lingkungan. Itu sebabnya, penerapan media lain saat hari persembahan menjadi momentum tepat untuk membikin gerakan minimalisasi penggunaan plastik.

“Kami sangat senang bisa terlibat dalam kolaborasi bersama bervariasi komunitas untuk tidak menggunakan plastik sebagai tempat menyimpan daging kurban. Dengan langkah yang baik pada hari yang baik ini semoga penggunaan plastik yang kian menodai lingkungan terus berkurang, ” introduksi Bambang.

Kampanye penerapan media nonplastik itu merupakan periode dari program bertajuk Kolaborasi Masyarakat Indonesia Timur Berbagi yang membabitkan 379 komunitas di 42 praja. Ada lebih dari 15 ribu anggota yang tergabung dalam masyarakat besar ini seperti SuperAdventure, Bold Riders dan Heppiii Community.

Dalam program tersebut, sebesar 5 ekor sapi dan 202 ekor kambing dijadikan kurban. Menggunakan kegiatan itu, ditargetkan lebih lantaran 5000 paket daging kurban mampu dibagikan kepada masyarakat tidak berkecukupan dan penerima lainnya yang berhak.

Koordinaor Karang Taruna (Kartar) Lumajang Wahyudi Rosad mengucapkan, tahun ini sejumlah kartar akan membagikan hewan kurban menggunakan pelepah pisang. Selain mengurangi sampah plastik, cara itu dilakukan untuk menunggangi banyaknya pelepah pisang yang tidak digunakan setelah buahnya di renggut.

“Banyak pelepah pisang yang bisa dimanfaatkan untuk jalan penyimpanan daging kurban. Langkah tersebut juga menjadi cara bagi saya di desa untuk tetap melindungi kearifan dan budaya lokal, ” jelasnya.

Prasetyo, Pemerhati sekaligus pembina Komunitas di Jawa Timur menyatakan apresiasinya terhadap modus komunitas untuk ikut terlibat pada kampanye mengurangi penggunaan plastik pada setiap kegiatan. Cara ini dinilainya dapat membantu upaya pemerintah untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik.

Menurut Prasetyo kolaborasi antar komunitas di Indonesia Timur ini juga menjadi masukan pentingnya keberadaan komunitas dalam umum. Komunitas tidak hanya menjadi tempat kongkow-kongkow menyalurkan hobi yang serupa tapi juga dapat menjadi arah dari gerakan perubahan ke pedoman yang lebih baik.

“Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur berbagi ini luar biasa. Kegiatannya sangat positif yaitu berbagi saat paksa yang tepat melalui kurban kala banyak masyarakat sedang membutuhkan. Ini pantas dilanjutkan dan bisa dicontoh bagi komunitas lainnya, ” perkataan Prasetyo. (*)