Kontingen Jawa Timur Benar-Benar Mendapatkan Pukulan Berat

JawaPos. com- Pemangkasan anggaran tim Jawa Timur juga berimbas pada program latihan. Beberapa cabang olahraga sudah mengatur training camp (TC) atau tryout (TO). Bahkan, ada yang berencana melakukan TC atau TO di luar negeri.

Cabor selam, misalnya. Mereka sudah berencana melakukan TC di Tiongkok atau Rusia. Agenda itu kemudian batal pasal anggaran dipangkas.

Hal serupa terjadi di Persatuan Angkat Besi, Ambil Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jatim.

’’Kalau kemudian TC akan dihilangkan, jadi tangan telak bagi kami, ’’ kata pelatih angkat tukul Jatim Jeffry Tagore.

Tanpa ada TO, hal itu bakal besar pada performa atlet. Jeffry menjelaskan, TO akan sanggup mengasah mental atlet pada bertanding. Jika program TO yang disusun sejak lama ditiadakan, dia yakin performa atlet akan melorot. Apalagi jika pemangkasan anggaran itu berimbas pada pemasukan atlet dan pelatih.

’’Kami sudah habisan-habisan, pokok. Lalu sekarang TC serta TO mau dihilangkan. Gaji dikurangi juga. Ini keputusan yang kurang bijaksana, ’’ tegas Jeffry.

Dia pun berharap kebijaksanaan tersebut bisa dikaji kembali. Sebab, baik atlet maupun pelatih sama-sama berjuang perlu nama baik Jawa Timur.

Atlet atletik Heru Astriyanto tidak mengekalkan performanya akan berbeda bila tanpa TC dan TO. Bagi peraih satu aurum di PON XIX 2016 itu, uji coba ialah hal yang sangat istimewa.

Masalahnya, selama menjalani puslatda, tidak ada uji coba yang dikerjakan. Sebab, di Indonesia, sulit mencari lawan tanding era pandemi.

Salah satu solusi adalah menggelar pelajaran di luar negeri. ’’Makanya, persiapan menuju PON terang terkendala karena ditiadakannya kegiatan-kegiatan tryout atau training camp luar negeri, ’’ sahih Heru.

Biar begitu, dia tetap mampu menerima keputusan yang telah diambil Pemprov Jatim. ’’Saya cuma berharap pemerintah tetap menaruh harapan pada atlet-atletnya. Indikasi negara yang sehat adalah atletnya hebat pada semua cabor, ’’ tambahnya.