KPK dan SFO Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi Lintas Negara

JawaPos. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) & Serious Fraud Office (SFO) Inggris menyepakati untuk melanjutkan kerja sepadan dalam penanganan perkara korupsi dengan selama ini sudah terjalin elok. Sejak 2010, kedua lembaga negeri itu, telah menyepakati nota kesepahaman dengan melakukan pertukaran data serta penanganan perkara.

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, tindak pidana korupsi saat ini telah berlangsung hingga lintas negara. Jadi KPK harus membina kerja sepadan baik di dalam maupun di luar negeri.

“Maka itu kerja sama kami dengan SFO sangat bermanfaat baik pada pertukaran data, penanganan perkara, apalagi peningkatan kapasitas pegawai KPK, itu harus terus dilanjutkan sampai kapanpun, ” kata Firli Bahuri di dalam keterangannya, Rabu (17/2).

Firli menyebut, KPK dan SFO Inggris telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 7 Juni 2010. Beberapa implementasi MoU yang sudah dilakukan antara lain sejak 2010 – 2016, penyidik KPK dan SFO melakukan parallel investigation dalam perkara pengadaan TEL di Pertamina. Dimana para tersangka di vonis bersalah dan perusahaan Innospec pada Inggris di denda USD 12. 7 juta.

Sejak 2013, SFO dan KPK terlibat sebagai anggota Economic Crimes Agency Network (ECAN). Menurut Firli, lembaga ini merupakan sarana pertemuan rutin tahunan anggota untuk bekerja pas pada tingkat operasional dalam mencegah, menyelidiki dan mengadili kejahatan ekonomi lintas yurisdiksi.

Baca Juga: Menag Beri Simpulan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin

Menyuarakan Juga: Kemenhan Mau Beli 48 Jet Tempur Rafale, Ini Respons TNI AU

Selain itu, pada 2019 SFO memfasilitasi sesi berbagi pengetahuan pada studi banding yang dilaksanakan oleh pegawai KPK, khususnya terkait perluasan unit Analisis Pengolahan Informasi & Akuntansi Forensik.

“Sejak 2017 sampai saat ini, pemeriksa KPK, SFO dan CPIB ubah menukar informasi dan data dalam penanganan perkara Garuda (Rolls Royce), ” beber Firli.

Sementara itu, Direktur SFO Lisa Osofsky menyambut baik kelanjutan kegiatan sama dengan KPK. Dia mengatakan, selama ini nota kesepahaman yang disepakati telah menghasilkan kerja-kerja pemberantasan korupsi yang sangat baik.

Menurutnya kerja KPK dalam Indonesia menghadapi tantangan yang betul berat, apalagi dalam kondisi pelik seperti pandemi saat ini. Hendak mulai banyak godaan untuk melakukan kedurjanaan dan memanfaatkan kelemahan-kelemahan yang tersedia.

“Dalam kondisi sesuai inilah kita perlu melakukan cara bersama untuk memerangi korupsi, ” tandas Lisa.