Lalai Menyebut Profesi Penganiaya Sopir Truk

VIDEO  yang dibagikan akun Facebook Sekar Kinanti pada 27 Juni lalu mengundang kegeraman banyak orang. Tampak seorang pria membantai sopir truk di pekerjaan hingga menimbulkan kemacetan. Perekam video menyebut bahwa adam yang menganiaya sopir truk itu adalah tantara.

”OKNUM TENTARA KEPARAT. Tentara tidak tahu kebiasaan. Arogan sekali menyerang sopir truk, memukuli sopir tsb di jalan padat makin sampai memecahkan kaca depan truk. Memalukan TNI sekadar. Semoga segera ditangkap!!, ” tulis akun tersebut (bit. do/OknumTentara).

Barangkali mengapa suara perempuan di video itu menyebut pelaku penganiayaan adalah anggota TNI. Mungkin karena postur badannya yang tegap. Yang terang, emosi pria pengendara mobil Mitsubishi Pajero tersebut telah memuncak. Meski telah dilerai pria berkaus doreng, dia tetap mengamuk. Bahkan memukulkan tongkat besi ke kaca truk hingga pecah awut-awutan.

Hasil pengecekan fakta menunjukkan bahwa karakter penganiayaan sopir truk di kawasan Sunter, Jakarta Mengadukan, itu ternyata bukan tantara atau anggota TNI. Karakter yang saat ini sudah ditangkap polisi itu berinisial O dan bekerja sebagai pelaut. ”Bukan anggota TNI, bukan anggota Polri. Pekerjaannya pelaut. Tapi, karena lagi Covid-19 gini, dia kerja di tempat pencarian tenaga kerja, ” kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi Senin (28/6).

Menurut Nasriadi, pelaku sempat melarikan diri ke Jawa Timur setelah terang video penganiayaan tersebut viral di media sosial. Polisi juga sempat mengejarnya ke arah Trenggalek. Namun, karakter terus bergerak ke arah Surabaya, tepatnya ke Bandara Internasional Juanda.

Polisi kemudian mengecek manifes pelaku. Hasil pengecekan membuktikan bahwa pelaku mengarah ke Jakarta. ”Nah, tim yang di Jakarta sudah stand by di sini (di Bandara Soetta, Red). Maka, kami tangkap dia jam 08. 00 WIB sebetulnya, sudah kami amankan, ” ujarnya. Anda dapat membacanya di bit. do/SempatKabur.

Pria berusia 39 tahun itu dijerat urusan berlapis untuk kasus pemerasan dan penggunaan pelat bagian kendaraan palsu. Yakni, kausa 351 KUHP untuk kasus penganiayaan, kemudian pasal 335 ayat (2) KUHP dengan mengatur perbuatan tidak elegan dengan ancaman kekerasan, perkara 263 untuk kasus penjiplakan surat kendaraan, dan kausa 406 untuk kasus pecahan.

Membaca Juga: Jam Malam di Surabaya Dimajukan, Karyawan Bawa SIKM

FAKTA

Pelaku penganiayaan sopir truk di wilayah Jakarta Utara itu bukan anggota TNI dan Polri. Pekerjaan pria 39 tahun itu adalah pelaut.