Machfud Arifin Yakin Warga Butuh Transformasi

JawaPos. com – Debat pemilihan wali kota (pilwali) tinggal dua keadaan lagi. Calon wali kota cetakan urut 2 Machfud Arifin mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Kandidat yang diusung delapan partai kebijakan itu punya modal debat sebab keluhan-keluhan warga yang dia dapatkan saat kampanye dan keliling perkampungan.

Dia mengungkapkan, secara keliling kampung itu, banyak kasus perkotaan yang perlu segera diselesaikan. Saat berkeliling di Wonorejo, Tegalsari, kemarin dia mendapati warga dengan mengeluh soal bantuan yang belum tepat sasaran hingga pembangunan wilayah yang belum merata.

”Warga Surabaya ini butuh transisi yang lebih baik. Ket mbiyen kok ngene-ngene ae, ” ujarnya setelah menemui warga Wonorejo Membakar IV, Tegalsari, kemarin.

Di Wonorejo, Machfud disambut arena seni reog Ponorogo dan pedati lumping. Wakil Bendahara DPD Demokrat Jatim Siti Anggraeni Hapsari pedengan Bu SAH ikut mendampingi. Awak menyambut dengan antusias dari pucuk gang di Jalan Kampung Udi sampai Wonorejo IV.

Mantan Kapolda Jatim itu mengutarakan, keluhan demi keluhan terus diterima selama berkeliling ke kampung-kampung. Machfud menyimpulkan bahwa hal itu membuktikan masih banyaknya kekurangan yang perlu dibenahi. Banyak pula warga dengan menginginkan perubahan.

Sebab itu, dia yakin program dengan berkali-kali disosialisasikan akan diterima dengan baik oleh warga. Misalnya, sokongan stimulan untuk kampung Rp 150 juta hingga bantuan untuk asosiasi berpenghasilan rendah (MBR). Semua sudah dihitung berdasar kekuatan anggaran dengan dimiliki Kota Surabaya.

”Dan saya berkomitmen untuk mendirikan Kota Surabaya dari kampung. Mewujudkan Surabaya yang maju kotane, rani wargane, ” jelasnya.  

Saksikan video menarik berikut ini: