Megawati Yakin Penerapan SIN Retribusi Juga Akan Cegah Manipulasi

JawaPos. com – Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mengingatkan, supaya di tengah pembahasan pembaruan sistem perpajakan, semangat kejernihan lewat program Single Identification (SIN) alias Nomor Jati Tunggal Pajak yang semakin dimantapkan.

Introduksi Megawati, di era pemerintahannya, SIN Pajak ini benar meningkatkan penerimaan negara sejak sektor perpajakan.  Karena, sudah sejak 10 tahun belakang, Pemerintah selalu gagal menutup target penerimaan perpajakan yang disepakati di dalam Taksiran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara saat Megawati menjadi presiden, anggaran negara selalu surplus. Bahkan di tahun 2002 dan 2003, penerimaan retribusi mampu menutupi pengeluaran rutin negara. Karena, selain perkara penerimaan negara, ada unsur dan manfaat lebih umum dari SIN Pajak.

“ Yakni bisa mencegah dan memberantas aksi pidana korupsi, meningkatkan penerimaan negara secara sistemik, melahirkan proses pemeriksaan yang tertib, mencegah kredit macet, ” kata Megawati dalam Webinar bertema “Optimalisasi Penerimaan Retribusi Melalui Penerapan SIN Retribusi Demi Kemandirian Fiskal Indonesia”, Jumat (28/5).

Acara yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH). Selain Megawati, pembicara yang lain adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mantan Dirjen Perpajakan Hadi Purnomo, dan Ketua Program Studi Magister dan Doktor UPH Associate Prof Henry Soelistyo Akhlak.

Hadir pada acara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BPK Agung Firman Sampurna, Menkominfo Johnny Plate, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, & Anggota Komisi XI DPR M. Misbakhun.

Baca Juga: Tersedia Pelecehan, Hotman Laporkan Tim Asesmen TWK KPK ke Komnas Perempuan

Baca Pula: Joe Biden Tegaskan Sokongan ke Israel, Muslim GANDAR Boikot Gedung Putih

“ Saat ini saatnya semua pihaknya menyadari bahwa sebagai sebuah keturunan dan negara, kita tanpa selalu berpatok kepada sebuah aturan yang kita jalankan. Karena aturan-aturan yang tersedia seharusnya selalu mengalami pemeriksaan, atau pun masih bisa digunakan, ” tutur putri Proklamator RI Bung Karno itu.

Kepala Umum DPP PDIP tersebut juga berharap, Pemerintah bisa mengevaluasi kebijakan perpajakan. Megawati memberi motivasi. Bahwa dirinya sebagai presiden, juga terbukti bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik, saat masih bergulat di dalam mengatur kembali perekonomian akibat gawat global pada saat itu.

“ Saya selalu berharap pajak dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdiri dalam atas kaki sendiri, ataupun berdiri di atas berleha-leha sendiri dalam ekonomi, jadi bagian dari falsafah Trisakti, ” pungkas Megawati.