Menahan Penularan Korona, Legislator Minta TNI Dilibatkan dalam PS

JawaPos. com – Anggota Komisi I DPR MENODAI Willy Aditya menyebutkan pelibatan TNI dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah wilayah diperlukan dalam menekan pandemi korona (Covid-19).

“Iya. Di dalam konteks penanganan Covid-19, pelibatan sempurna TNI, artinya optimalkan betul seluruh potensi yang dimiliki oleh TNI, ” kata Willy ketika dikonfirmasi Antara di Jakarta, Selasa (7/4). Menurut dia, TNI punya garis komando dengan jelas, punya infrastruktur yang komplit serta memiliki tugas Operasi Tentara Selain Perang (OMSP). “Optimalkan itu dalam penanganan Covid-19 sesuai konteks kebutuhan, ” ujarnya.

Dalam konteks PSBB misalnya, prawacana dia, TNI bisa bekerja ideal untuk membantu pemda dalam pelaksanaannya. “Dalam PSBB kan ada pemisahan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. TNI bisa dioptimalkan untuk peristiwa tersebut. Lewat struktur yang dimilikinya hingga ke level Babinsa, TNI bisa membantu aparat pemerintahan desa/kelurahan untuk memastikan bahwa PSBB sungguh-sungguh berjalan di tengah masyarakat, ” kata  Willy.

Hajat utamanya, kata Wakil Ketua Bagian Partai NasDem ini, adalah agar segala ketetapan yang dibuat oleh pemda dalam penerapan PSBB mampu benar-benar berjalan dengan optimal. “Ini yang disebut pelibatan penuh TNI dalam penanganan Covid-19, ” ucapnya.

Dalam konteks lainnya, seperti sektor keamanan, TNI pula bisa membantu Polri. Dalam PSBB dilarang adanya kerumunan massa. “Nah, TNI bisa membantu mencegah terjadinya kerumunan itu. Apalagi di Jakarta, kerumunan bisa terjadi di mana-mana. Bisa di warung makan, di kafe, acara sosial, pasar, atau orang-orang yang sekadar nongkrong. Bila nanti Pemprov DKI  Jakarta melarang hal semacam itu dalam penerapan PSBB, TNI bisa membantu memastikan hal tersebut terlaksana, ” kata  Willy.

Intinya, kata pendahuluan dia, TNI punya ruang untuk dioptimalkan dalam situasi semacam itu. TNI memang harus diberdayakan betul karena ini menyangkut keberlangsungan nasib sebuah bangsa. “Wabah penyakit seperti virus corona ini kan berpotensi melenyapkan eksistensi sebuah bangsa. Di logika seperti itulah TNI harus terlibat penuh dalam upaya penanganannya. Secara profesional, inilah yang dikenal fungsi pertahanan yang harus dijalankan oleh TNI sebagai kekuatan utamanya, ” kata  Willy Aditya. (*)