Menkes Terawan Bantah RS Manfaatkan Penanganan Covid-19 untuk Bisnis

JawaPos. com – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto membantah fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit memanfaatkan penanganan Covid-19 sebagai lahan bisnis dan menguatkan bahwa rumah sakit memiliki etika untuk memberikan pelayanan sebaik kira-kira.

“Saya percaya sendi sakit punya etika yang cara. Semua punya keinginan yang molek untuk memberikan pelayanan dan mengadukan, menagihkan. Kami tinggal verifikasi menggunakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), ” kata Menkes Terawan di keterangan tertulis yang diterima pada Jakarta.

Namun, Menkes berjanji akan memeriksa dugaan tersebut agar tidak menimbulkan masalah kaya yang dituduhkan. Dia menegaskan bahwa semua hal harus berdasarkan keterangan dan tidak boleh hanya mencantumkan opini.

Pernyataan itu disampaikan Menkes setelah menyerahkan santunan bagi tenaga kesehatan yang gugur dan insentif bagi mereka yang terlibat dalam penanganan Covid-19 pada RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimatan Selatan, seperti dikutip dari Antara.

Sokongan diserahkan Menkes kepada tiga tim tenaga kesehatan yang gugur di dalam penanganan Covid-19 di Banjarmasin. Besaran Rp300 juta itu diberikan kepada mereka yang meninggal karena terpapar Covid-19 saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan.

Insentif dikasih kepada 144 orang tenaga kesehatan tubuh dengan besaran untuk dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum serta gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7, 5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

“Ini wujud betapa Bapak Presiden menganjurkan perhatian dan penghargaan setinggi tingginya. Supaya tenaga kesehatan tetap punya semangat dan dedikasi tinggi, ” ujar Terawan. (*)