Menonjol Lagi Hoax PDIP Dasar Penghapusan Pondok Pesantren

INFORMASI  sesat tentang PDI Perjuangan (PDIP) yang mengusulkan pembubaran pondok pesantren balik menyebar seiring dengan peringatan Hari Santri Nasional. Kabar tersebut berupa gambar hasil capture yang diberi informasi tulisan.

”PDIP USUL KE PEMERINTAH AGAR PESANTREN DI TUTUP SEGENAP INDONESIA. ” Begitu gubahan pada bagian bawah gambar yang diunggah akun Facebook Wan Zendra pada 23 Oktober lalu. Tulisan lain yang tercantum pada gambar tersebut adalah ”CUKUP VIRALKAN INI DAN DIKOPI KASIKAN KE RAKYAT PLOSOK DUKUH INSYA ALLAH PASTI PATUH DAN PASTI DIBENCI SETARA RAKYAT. TERUTAMA RAKYAT KAUM PEDESAAN PERDALAMAN. ”

Pada tangkapan layar itu juga terdapat karya dengan bahasa Sunda. Isinya ungkapan sakit hati masa pesantren ditutup meskipun tempat bukan seorang santri maupun ustad (bit. ly/UsulPenghapusan).

Dari hasil penelusuran, tidak ada satu kendati pemberitaan yang mengabarkan PDIP mengusulkan pembubaran pesantren. Kabar menyesatkan itu ternyata telah menyebar beberapa tahun yang lalu dan disebar berulang kali.

Penelusuran lainnya, foto Megawati Soekarnoputri yang ada dalam capture tersebut juga tidak memiliki kaitan dengan narasi pembubaran pondok. Foto itu memperlihatkan momen ketika presiden kelima RI dan ketua umum PDIP tersebut menyampaikan pernyataan perilaku menjelang pilkada pada 2017, empat tahun silam. Anda dapat melihat foto yang diunggah portal Berita Utama di bit. ly/KonpresPilkada.

Bahkan, seorang pelaku penyebaran hoax tersebut telah ditangkap polisi. Pelaku berinisial AR itu ditangkap Tim Tindak I Satgas Perondaan Siber Bareskrim Polri serta tim Subdit II Ditreskrimsus Polda Aceh pada Jumat, 20 April 2018, ataupun tiga tahun lalu.

”Tim telah menyelenggarakan pengungkapan perkara berita hoax melalui media sosial Facebook atas akun Reja Arsyabandi yang telah melakukan penyaluran berita hoax yang berisi PDIP mengusulkan kepada negeri untuk menutup seluruh pondok di Indonesia, ” sahih Kabidhumas Polda Aceh Kombespol Misbahul Munauwar. Anda mampu membaca berita Tribunnews pada bit. ly/DitangkapPolisi.

FAKTA

Informasi yang membicarakan PDI Perjuangan mengusulkan penghapusan pesantren itu menyesatkan. Bahkan, seorang pelaku penyebaran data tersebut telah ditangkap pada 2018 oleh Polda Aceh.