Minimalisir Resiko Kecelakaan di Tiang, Ini Ukuran Angin Jalan Motor

JawaPos. com – Salah satu komponen penting pada kendaraan khususnya roda dua adalah jalan. Menjaga  kondisi ban supaya tetap mampu berfungsi secara optimal sangatlah penting.

Salah satu cara yang paling mudah di merawat ban sepeda mesin adalah menjaga tekanan jalan agar tetap pada ukuran yang semestinya.

Walaupun ban adalah  komponen yang bisa habis & harus diganti baru dengan berkala, namun tetap butuh perawatan rutin selama pemakaian. Salah satu cara merawatnya dengan memastikan ukuran angin ban motor dalam kedudukan tepat.

Hanya saja, mayoritas pengendara kurang menanggapi ketika mengecek tekanan jalan ban motor. Cara memutar umum  dengan  menekan ban pakai tangan. Jika Jalan terasa empuk saat dipencet berarti masih butuh bunga angin. Kalau sudah sungguh-sungguh maka dianggap cukup.

Padahal, cara menilai tekanan angin ban seperti itu kurang tepat karena sepantasnya ukuran angin ban kudu disesuaikan dengan standard keinginan mobilitas sehari-hari penggunanya.

Selain itu, penerapan angin jenis Nitrogen dibanding angin biasa juga lebih disarankan guna membuat kemampuan ban lebih optimal.

Menurut Panca demi tim Technical Warranty & Education Yamaha Madiun-Kediri, ukuran tekanan ban harus disesuaikan dengan standarnya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Para pengendara dapat mengatur tekanan ban yaitu ban pendahuluan 200kpa/29 PSI, ban kecil 225kpa/33 PSI, akan bertambah bagus lagi jika menggunakan angina berjenis nitrogen dengan dapat menjaga suhu jalan juga. ” terangnya pada keterangan resminya, Sabtu (17/4).

Nitrogen memiliki stabilitas yang jauh lebih baik daripada udara piawai. Ukuran angin ban motor dengan Nitrogen tidak akan banyak berubah meski suhu sedang naik baik karena cuaca maupun penggunaan dalam atas aspal.

Penggunaan Nitrogen juga dapat membuat ban lebih langgeng, terutama untuk tipe ban tubeless yang kini sudah menjadi standar di produk-produk terbaru Yamaha.