Mulai 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp tujuh Juta

JawaPos. com – Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina tetap dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya sebelum dapat melakukan perjalanan ke Malaysia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia.

Ismail Sabri mengatakan, secara kebijakan terbaru, orang Malaysia hendak membayar setengah dari biaya layanan karantina sementara warga asing, termasuk pasangan dan anggota keluarga awak negara Malaysia, harus menanggung ongkos penuh. Biaya penuh sebesar RM 150 per hari atau sekitar Rp 500 ribu. Karantina semasa 14 hari, berarti jika membayar penuh adalah RM 2. 100 atau sekitar Rp 7 juta.

“Ini akan berlaku mulai 1 Juni karena Malaysia akan terus memberlakukan karantina tetap pada mereka yang kembali dari luar negeri untuk mencegah penyebaran Covid-19, ” katanya pada jumpa pers hariannya seperti dilansir JawaPos. com dari SCMP, Sabtu (23/5).

Ismail Sabri mengucapkan Dewan Keamanan Nasional telah memutuskan bahwa warga negara Malaysia bakal membayar 50 persen dari kos penuh RM 150. “Non-warga negara Malaysia, termasuk pasangan dan tanggungan warga negara Malaysia, harus membayar dalam jumlah penuh, ” katanya.

Ismail Sabri mengutarakan dewan juga telah memutuskan bahwa mereka yang ingin datang ke Malaysia harus menandatangani surat persetujuan, yang menyatakan persetujuan untuk menanggung biaya karantina.

“Penandatanganan surat itu dapat dilakukan dalam Kedutaan Besar Malaysia dan premi tinggi. Setelah perjanjian ditandatangani, jawatan juga akan mengeluarkan surat yang mengizinkan mereka untuk kembali ke Malaysia, ” katanya.

Departemen Imigrasi akan memainkan perannya untuk memastikan mereka yang kembali mengetahui kondisi baru yang ditetapkan oleh pemerintah. “Imigrasi akan mengeluarkan arahan kepada semua perusahaan kongsi penerbangan untuk menjadikannya syarat untuk penumpang yang turun di Malaysia untuk memiliki surat perjanjian itu, ” katanya.

Lantaran jumlah tersebut, 30. 200 orang telah menyelesaikan proses dan diizinkan pulang. Pada 14 Mei awut-awutan, Ismail Sabri mengatakan ada pasangan dan anggota keluarga warga Malaysia yang menolak membayar biaya karantina meskipun pemerintah telah menyatakan secara jelas bahwa mereka hanya hendak menanggung biaya untuk mengembalikan masyarakat Malaysia.

Mereka dengan menolak membayar, fasilitas imigrasi itu dicabut, yang akan membuat itu harus lebih sering melakukan perjalanan ke departemen untuk memperbarui surat izin tinggal di Malaysia. Ismail Sabri mengatakan mereka harus mendaftar untuk kembali ke Malaysia.

“Kami ingin menentukan dibanding mana mereka berasal. Bagi itu dari negara-negara berisiko tinggi, dewan dan Kementerian Kesehatan akan menunjukkan apakah aplikasi mereka harus disetujui, ” imbuhnya.

Saksikan video menarik berikut ini: