Naiknya Kriminalitas di Jakarta Selama PSBB Dampak Dari PHK?

JawaPos. com – Angka kriminalitas di DKI Jakarta naik hingga 10 persen selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Disaat yang bersamaan, banyak praktisi yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Lantas, apakah ada kaitannya maraknya PHK dengan melonjaknya angka kriminalitas? Polda Metro Jaya memastikan hal tersebut tidak tepat. Menurut catatan polisi, kebanyakan pelaku kejahatan yang terperangkap adalah para pemain lama. Mereka sudah menjadi langganan penghuni hotel prodeo.

“Ya ini kalau kita melihat dari itu enggak (berkaitan dengan PHK) kenapa. Ini mereka (pelaku) kan penuh residivis, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Penuh Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (29/4).

“Mereka (pelaku) kan banyak residivis, mereka keluar penjara di kasus yang serupa. Jadi dia mau ada PSBB atau nggak ada PSBB dia maling itu juga sih, ” tambahnya.

Yusri mengucapkan, meningkatnya aksi kriminalitas saat PSBB didominasi dengan kejahatan jenis pembobolan minimarket. Dari 17 kasus dengan terjadi, 13 di antaranya sudah berhasil diselesaikan.

“Ada 20 tersangka, dua MD (meninggal dunia) dan 18 tersangka kita amankan. 18 tersangka ini residivis, sudah keluarnya itu-itu saja, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengungkapkan sejak satu bulan terakhir tingkat kejahatan di daerah hukum Polda Metro naik 10 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

“Ada beberapa kejadian yang memang dari awal kami perediksi ada peningkatan hasil analisa dan evaluasi ada peningkatan 10 persen kriminalitas, ” kata Nana pada Polda Metro Jaya, Jakarta Daksina, Senin (27/4).