Ngaku Ahli Tambang Tipu Rekan Bisnis, Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

JawaPos. com –Terdakwa kejadian penipuan, Christian William belakangan divonis dua tahun enam bulan penjara dalam konvensi di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis (22/4). Christian dinyatakan melanggar pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang penipuan.

”Menyatakan terdakwa Christian Halim telah terbukti dengan sah dan meyakinkan melayani tindak pidana sebagaimana perkara pertama penuntut umum, ” ujar ketua majelis ketua Ni Made Purnami.

Menurut Ni Made, putusan hukuman tersebut berdasar atas tindakan Christian dengan dianggap telah melakukan penipuan. Antara lain, terdakwa  bukan seorang ahli tambang sebagaimana pengakuannya kepada Christeven Mergonoto. Pekerjaan tambang nikel di Sulawesi Selatan adalah pekerjaan pertama terdakwa di bidang pertambangan.

Dia juga mengaku sebagai keluarga dari Hance Wongkar, seorang kontraktor alat berat di Sulawesi Selatan yang mengatakan akan membantu menyediakan alat berat untuk pengerjaan pertambangan. Namun kenyataannya, lanjut Ni Made, terdakwa tidak memiliki hubungan apapun.

”Hal yang memberatkan hukuman adalah Christian berbelit belit selama proses pemeriksaan di persidangan, ” tutur Ni Made.

Seusai persidangan, Jaka, penasihat hukum terdakwa masih belum puas atas putusan majelis hakim dan menyatakan masih pikir-pikir. ”Masih pikir yang mulia, ” ujar Jaka.

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) yang diwakili Novan mengatakan bakal melakukan banding. Dia mengutarakan, alasan banding karena terdakwa akan habis masa tangsi. Selain itu, agar tak ada celah penahanan karena pengacara terdakwa masih budi terhadap putusan hakim.

”Karena semata-mata zaman penahanan mau habis. Maka sudah tinggal hitungan hari. Juga supaya tidak ada celah penahanan karena tersangka punya waktu tujuh keadaan untuk pikir-pikir, ” ujar Novan.

Christian telah melakukan penipuan dengan mengaku sebagai seorang terampil pertambangan kontraktor nikel pada Christeven, Pangestu, Mohammad Gentha, dan Ilham Erlangga. Mereka kemudian mendirikan PT Cakra Inti Mineral (CIM) buat mengerjakan proyek nikel tersebut dengan kontraktor Chirstian.

Terdakwa mengatakan bakal mengerjakan tambang nikel di Desa Ganda Sulawesi Selatan dan berjanji menghasilkan nikel 100. 000 matrikton setiap bulan. Namun, dengan pesan harus dibangun infrastruktur yang nilainya puluhan juta rupiah.

Namun sesudah beres, justru nikel dengan dihasilkan tidak sama secara yang telah dijanjikan. Itu merasa ditipu atas konvensi awal yang telah disepakati.

Saksikan video menarik berikut tersebut: