Pasar Saham Sambut Biden Effect, Nyaris Tembus 5. 400 Di Mula Pekan

JawaPos. com – Pasar bagian Indonesia makin menguat menyambut kemajuan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan itu berlanjut sebesar 0, 72 tip atau 38 poin menjadi 5. 373. Indeks sempat berada di level tertinggi 5. 395 dan terendah 5. 368 dan konsisten di zona hijau.

Awal pekan ini penguatan disambut oleh 228 emiten menguat, 73 emiten melemah dan 147 emiten tak bergerak. Seluruh sektor menguat kecuali aneka industri yang menyurut sebesar -0, 23 persen atau 1. 012.

Mengenai sektor menguat yaitu properti yang sebesar 0, 87 persen menjadi 333, pertambangan 0, 90 tip menjadi 1. 488, perkebunan sebesar 0, 73 persen menjadi satu. 207, infrastruktur sebesar 1, 27 persen menjadi 859 dan perniagaan 0, 42 persen menjadi 660.

Selanjutnya, sektor keuangan sebesar 1, 38 persen menjelma 1. 218, sektor manufaktur 0, 20 persen menjadi 1. 259, industri dasar 0, 35 tip menjadi 803, sektor konsumer 0, 33 persen menjadi 1. 849.

Mayoritas investor asing membeli saham dengan nilai pembelian nett sebesar Rp72, 88 miliar dengan volume 48. 830 lot.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, Potensi dana asing akan kembali mengakar ke negara berkembang termasuk Indonesia. Pelaku pasar sangat memperhatikan pemilihan presiden karena mempengaruhi kebijakan Amerika Serikat ke depannya.

“Pasar saham dunia termasuk Nusantara diawal pekan mungkin menguat menyambut kemenangan Biden, ” ujarnya di dalam pesan singkatnya, Senin (9/11).

Kemudian, tertundanya kebijakan fiskal sangat mungkin mendorong Federal Reserve mengeluarkan kebijkan moneter yang bertambah akomodatif. Tambahan stimulus moneter, suku bunga rendah dalam jangka lama karena terbatasnya stimulus fiskal untuk membuat ekonomi Amerika Serikat pelik cepat pulih.

“Hal ini menjadi keuntungan bagi Rekan Negara berkembang, ” tuturnya.

Meskipun demikian, setelah pengaruh Pilpres AS sangat rawan merasai aksi profit taking akibat kemajuan yang banyak pada minggu lalu. Sebab, potensi sengekta politik dalam AS membawa peluang pelaku rekan melakukan aksi ambil untung.

“Resistance IHSG di level 5. 381 sampai 5. 500 dan Support di level 5. 246 sampai 5. 161, ” tutupnya.