Pemprov Jabar Siapkan Strategi Memeriksa dan Testing Covid-19 Berbasis RT

JawaPos. com –Pemerintah Provinsi Jawa Barat merancang strategi pelacakan dan pengetesan berbasis RT/RW untuk pengukuhan guna menekan laju penularan terutama dengan adanya Covid-19 varian delta.

” Tracer di Jabar satu RT satu orang. Yang ke-2 tracer lapangan bisa mulia atau dua orang serta tugasnya bisa berinisiatif, secara atasannya tracer digital. Nah itu, kemudian pastikan itu ( tracer digital) paham jalan mengisi digital, ” sebutan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seperti dilansir sejak Antara di Bandung.

Disepakati, satu RT minimal harus ada satu pelacak ( tracer ) dari kadet karang taruna, PKK, dan relawan yang dilatih. Tracer lapangan itu akan melacak kontak erat dari urusan positif yang terkonfirmasi. Tracer lapangan akan lapor ke babinsa/bhabinkamtibmas untuk diteruskan ke tracer digital di puskesmas. Dari tracer digital, masukan akan dilaporkan ke koramil–kodim–kodam sampai akhirnya bermuara di Badan Nasional Penanggulangan Kesusahan (BNPB) selaku koordinator percepatan pelacakan dan testing .

Gubernur menjelaskan, di Mencuraikan ada sekitar 262. 388 RT yang berarti butuh 262. 388 tracer lapangan. Sedangkan puskesmas ada satu. 100 unit yang berarti butuh 1. 100 tracer digital.

Tatkala itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil menambahkan, untuk tracer lapangan, sudah tersedia 200 ribu kader PKK terlatih dan tinggal penekanan mengenai teknis pelaporan. ”Laporan terakhir sudah ada 200 ribuan kader PKK yang siap jadi tracer itu sudah by name by addres , ” kata Atalia.

Dari karang taruna, sudah ada 10. 300 anggota yang siap diterjunkan jadi tracer lapangan. ”Itu sudah by name by addres dilakukan lewat google form . Kami masih menunggu dengan jalan apa alur informasinya, ” kata pendahuluan Ketua Karang Taruna Menggambarkan Raden Subchan Daragana.

Untuk tracer digital, sudah ada tenaga sebab Kodam III Siliwangi yang sudah dilatih. ”Kami sudah ada tracer digital 470 personel. Tracer digital kondisi ada di puskesmas & mereka akan menerima laporan dari tracer lapangan, ” kata Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Watak Wiryanto.

Gubernur Ridwan Kamil meminta para petugas di lapangan meniatkan diri untuk mencari orang sakit agar bisa lekas diberikan pertolongan dan menjauhkannya dari orang sekitar dengan sehat. ”Kita di lapangan yang paling penting mencari orang sakit dan memisahkannya dengan orang yang bugar. Jumlah relawannya sudah memadai, ini mungkin menjadi penyemangat kita semua, ” prawacana Ridwan Kamil.