Pengamat Duga Hoax Sprindik KPK Bertujuan Rusak Citra Erick Thohir

JawaPos. com – Tersebarnya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) palsu yang ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri untuk melakukan pemerikssaan terhadap Menteri Badan Usaha Hak Negara (BUMN) Erick Thohir dinilai cukup merusak citra positif untuk kinerja Erick. Hal itu disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio yang menyatakan hoax Sprindik KPK bukan hanya merusak citra Erick bahkan merusak nama baik KPK sendiri.

“Bukan hanya citra Erick yang citra positifnya dirusak kalau itu hoax, KPK juga. Jadi kan dengan dirugikan KPK juga, ” perkataan Hendri, Selasa (15/12).

Menurutnya, Firli Bahuri selaku kepala KPK sampai turun langsung memberikan klarifikasi atas berita bohong itu karena pihaknya juga dirugikan. Bahkan Firli meminta supaya Deputi Penindakan KPK dapat segera mengungkap karakter pemalsuan surat tersebut.

“KPK juga dirugikan atas hoax sprindik itu, ” katanya.

Hendri menduga, pelaku penyebar hoax itu berniat menganggu konsentrasi kerja Erick yang sedang gencar melakukan transformasi dan restrukturisasi perusahaan-perusahaan BUMN. “Untuk apa sih sesungguhnya bikin hoax seperti itu, membangun tidak produktif juga, untuk menganggu citra Erick Thohir yang positif, tapi kan tidak tahu tuh rencana di balik itu dengan besar seperti apa, ” tuturnya.

Hendri menyarakan bila mantan Bos Inter Milan itu merasa terganggu atas fitnah tersebut, sebaiknya segera membuat laporan pada pihak yang berwajib agar lekas dilakukan pengusutan. “Kalau memang Erick Thohir terganggu dengan Sprindik itu laporkan saja secara resmi ke aparat kecuali dianggap angin berarakan oleh Erick, kalau hoax kan tidak terlalu dipikirin juga, ” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala KPK Komjen Pol Firli Bahuri telah memastikan bahwa foto dengan beredar itu palsu. “Hoax. Beta nyatakan itu palsu. Saya tak pernah tanda tangani surat seperti itu. Bahas kasusnya saja tidak pernah. Ini jelas palsu dan pemalsuan, ” beber Firli.

Firli menjelaskan KPK memiliki mekanisme dan prosedur ketat terpaut pekerjaan penyidikan sebuah kasus. Untuk peristiwa yang terjadi, ia meminta Deputi Penindakan KPK Karyoto buat mengungkap pelaku penyebaran informasi palsu tersebut.

“Kami memiliki barcode. Itu palsu, ” ujarnya.