Pengerjaan Aborsi Sudah Jalan Tiga Tahun, Sampai Lupa Jumlah Korbannya

JawaPos. com – Bidan bernama Siti Malikah mematok tarif Rp 2 juta kepada setiap pasien yang mau mengaborsi janinnya. Biaya itu hanya untuk membayar jasanya. Belum termasuk obat-obatan untuk menggugurkan kandungan. ”Pasien juga bisa beli sendiri arah petunjuknya, ” ujar Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ardian Satrio Utomo kemarin (6/4).

Telah tiga tahun ini tersangka melayani praktik aborsi. Banyak pasien dengan sudah ditanganinya. Bidan tersebut had lupa jumlah pasien yang memakai jasanya. ”Berdasar keterangan tersangka, dekat setiap bulan ada pasien, ” katanya

Praktik pengguguran itu selalu dilakukan secara berpindah-pindah dari hotel ke hotel. Siti kerap memberikan referensi kepada anak obat lokasi-lokasi yang dianggap aman untuk mengaborsi pasiennya. Tersangka sudah cakap caranya masuk hotel sehingga tidak dicurigai akan mengaborsi janin. Dia bersama pasiennya berpura-pura sebagai tamu hotel biasa. ”Hotelnya ganti-ganti, tetap berpindah. Pihak hotel tidak cakap kalau dia akan aborsi. Tahunya sebagai tamu biasa, ” ucapnya.

Setelah berhasil menyingkirkan janin dari rahim pasien, Siti menganggap tugasnya sudah selesai dan pulang. Begitu pula saat mengaborsi janin pasien pasangan kekasih Risa Amelia dengan Muzammil. ”Oroknya urusan pasien. Dia tidak mau cakap. Yang dia kerjakan melakukan kegiatan aborsi, ” ungkapnya.

Muzammil kemudian menemui Siti. Keduanya bertransaksi dan sepakat. Setelah membincangkan teknis aborsi, mereka kembali bertemu di minimarket untuk menuju hotel bersama-sama, termasuk dengan Risa. ”Yang inisiatif si pacar laki-laki, ” ungkapnya.

Saat jalan aborsi di hotel, Siti menginfus dan memberikan dua setrip obat bius kepada Risa. Obat tersebut digunakan sebagai pendorong janin biar keluar. Namun, Risa justru merasai pendarahan tanpa keluar janin. ”Tapi, yang keluar hanya darahnya, janinnya belum, ” ucapnya.

Risa kemudian pulang ke kosnya dengan diantar Muzammil. Saat beruang di kos, janin itu keluar. Risa kemudian membungkusnya dengan kerudung. Janin tersebut lalu diserahkan pada Muzammil untuk dikubur.

Kasus aborsi itu terungkap sesudah pihak rumah sakit mencurigai pasien yang diduga usai aborsi. Polisi kemudian menyelidiki laporan tersebut secara mencari tahu identitas Risa dengan sempat menjadi pasien di vila sakit tersebut. Hasilnya, polisi menangkap tiga tersangka. Yakni, bidan Siti dan sepasang kekasih Risa dan Muzammil.

Cek info berikut Data HK