Pengikut Tak Lolos Seleksi CPNS di Surabaya Bisa Lakukan Sanggahan

JawaPos. com – Hasil seleksi tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah diumumkan pada Jumat (30/10) kemarin. Bagi peserta yang dinyatakan tak lulus di Kota Surabaya diberikan kesempatan melakukan sanggahan melalui website https://sscn.bkn.go.id.

Namun, serangan yang bisa disampaikan terkait dengan nilai. Peserta bisa melakukan perlawanan selama 3 hari sejak diumumkan yakni hingga Selasa, 3 November 2020 pukul 23. 59 WIB.

“Yang menanggapi BKN (Badan Kepegawaian Negara) karena dengan mengelola nilai BKN, ” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja BKD Kota Surabaya, Hendri Rahmanto, Sabtu (31/10).

Bila peserta tidak melakukan serangan sampai batas waktu yang sudah ditentukan, maka BKN dapat membuktikan hasil tes telah final. “Bila tidak terdapat sanggahan, maka buatan seleksi CPNS Kota Surabaya dinyatakan sudah final dan tidak bisa diganggu gugat, ” tegasnya.

Sementara itu, bagi pengikut yang lolos, akan melaksanakan tahap pemberkasan secara elektronik untuk menetapkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Peserta yang lolos bisa mengikuti proses tersebut melalui laman https://sscn.bkn.go.id mematok 15 November 2020.
Sesudah itu, peserta mencetak hasil serta menandatangani di atas materai Rp 6. 000. Kemudian diunggah kembali ke laman yang sama. Selanjutnya, peserta harus mengunggah kelengkapan sertifikat asli secara elektronik seperti pas photo terbaru dengan pakaian suci berdasi dengan latar belakang warna merah.

Kemudian, susunan dilengkapi dengan ijazah beserta transkrip nilai asli. Kemudian melengkapi tulisan pernyataan yang ditandatangani di atas materi Rp 6. 000 secara format yang tersedia di laman shorturl. at/Mdgu1.

“Pemberkasan itu disampaikan melalui elektronik dalam aplikasi SSCN. Kami pun melaksanakan verifikasi berkas yang di-upload para-para pelamar itu melalui elektronik, ” jelasnya.

Bila penyatuan tidak diselesaikan hingga batas simpulan pada 15 November 2020, peserta dianggap melakukan pengunduran diri ataupun gugur. “Pada 15 November 2020, harus sudah dilengkapi. Karena ana dari instansi juga menyampaikan penyatuan ke BKN, ” pungkasnya.