Pengusaha Berharap Pelonggaran Kapasitas Mal Terus Dilakukan

JawaPos. com – Pemerintah menaikan kapasitas pusat perbelanjaan atau mal menjadi 50 persen dari sebelumnya yang hanya 25 persen sekalipun kebijakan PPKM berlevel sedang berlanjut. Hal tersebut diapresiasi oleh Asosiasi Persatuan Was-was Belanja Indonesia (APPBI) yang diharapkan dapat mengurangi tanggung pengusaha mal.

“Pusat Perbelanjaan menyambut cantik adanya tambahan pelonggaran dengan diharapkan dapat terus dilakukan meski secara bertahap, ” kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja ujarnya masa dihubungi oleh JawaPos. com , Rabu (18/8).

Menurutnya, pelonggaran sangat diperlukan sebab pusat perbelanjaan karena barang bawaan berat yang harus dipikul selama penutupan operasional yang sudah memasuki minggu ketujuh. Sebab, meskipun tidak beroperasi pengusaha mal tetap memenuhi beban seperti listrik & perawatan gedung.

“Namun saat ini sedang banyak pusat perbelanjaan dengan berlokasi di kota-kota lain, khususnya di luar tanah Jawa yang masih selalu belum diperbolehkan untuk beroperasional, ” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kondisi ini juga sangat memberatkan bukan hanya bagi pusat perbelanjaan dan para penyewa tapi juga sektor usaha non formal dengan skala mikro dan kecil yang berharta di sekitar hampir seluruh pusat perbelanjaan di Nusantara.

“Tempat kos, warung, ojek, parkir & lainnya telah kehilangan pendapatan akibat kehilangan pelanggan yakni para pekerja pusat perbelanjaan yang tidak masuk kegiatan akibat tidak beroperasional, ” ungkapnya.

Induk perbelanjaan juga kembali menodong agar pemerintah dapat cepat menambah dan memperpanjang kurang relaksasi dan subsidi yang telah diberikan. “Demikian juga dengan permintaan relaksasi serta subsidi yang sampai secara saat ini masih belum dipenuhi agar dapat lekas direalisasikan, ” pungkasnya.