Penyidik Geledah Kantor BPKAD Untuk Dugaan Korupsi Pengadaan Kedok

JawaPos. com –Penyidik Kejaksaan Negeri Karangasem, Bali, menggeledah kantor Badan Manajer Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) atas dugaan korupsi pengadaan masker senilai Rp 2, 9 miliar.

”Untuk penggeledahan pada kantor BPKAD Karangasem pada hari ini (25/5) awak penyidik mencari bukti-bukti depan dari dokumen yang berkaitan dengan pengadaan masker pada 2020 di Dinas Baik Kabupaten Karangasem, ” prawacana Kasi Intel Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra seperti dilansir daripada Antara di Karangasem, Bali, Selasa (25/5).

Dia mengatakan, sejak Februari, penyidik Kejari Karangasem melaksanakan pendalaman terkait dengan adanya penyimpangan pengadaan masker sebab Dinas Sosial Kabupaten Karangasem. Ada pun besaran biji pengadaan sebesar Rp 2, 9 miliar.

Penggeledahan dokumen-dokumen terkait dugaan manipulasi pengadaan masker dilakukan semasa kurang lebih 4 tanda di kantor BPKAD Karangasem. Penggeledahan itu merupakan jalan dari tim penyidik untuk mencari bukti awal sejak dokumen-dokumen terkait pengadaan kedok.

Dari buatan penggeledahan ditemukan puluhan sertifikat yang berkaitan dengan pemasokan masker. Terhadap barang tanda tersebut, tim penyidik sedang melakukan pemilahan dan masih mempelajari dokumen-dokumen itu.

”Dari penggeledahan, awak dapat puluhan dokumen dan untuk saat ini medium memilah-milah atau menyeleksi dibanding dokumen tersebut yang mana dari dokumen tersebut mampu dijadikan bukti dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi logistik masker di Kabupaten Karangasem Tahun 2020, ” terang I Dewa Gede Semara Putra.

Dia menambahkan, penggeledahan dilakukan di pejabat BPKAD Karangasem karena BPKAD merupakan sentra atau pusat dokumen mengenai proses keuangan dan penganggaran.

”BPKAD dilakukan penggeledahan sebab merupakan sentra atau pusatnya dari dokumen-dokumen mengenai cara keuangan termasuk penganggaran sejak awal terhadap agenda kesibukan di pengadaan masker tersebut, ” tutur I Memuja Gede Semara Putra.