Perseteruan John Kei dan Nus Kei, dari Soal Utang hingga Penghinaan

JawaPos. com – Sidang dengan daftar pembacaan dakwaan terhadap pelaku pemerasan dan pembunuhan, John Kei, menguak awal perseteruan dari persoalan permintaan utang hingga penghinaan yang dikerjakan oleh kelompok Nus Kei.

Dalam dakwaan yang disiapkan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum R Wisnu Bagus saat dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (13/1), kronologi awal berasal saat Nus Kei mendatangi John Kei di rumah tahanan di dalam 2013 untuk meminjam uang sebesar Rp 1 miliar.

Nus Kei menjanjikan akan membatalkan uang itu dalam waktu enam bulan sebesar Rp 2 miliar. Namun, sampai John Kei keluar dari penjara tahun 2020, Nus Kei tidak kunjung mengembalikan uang yang dipinjam.

John Kei pun mengajak kelompok Amkei bertemu pada 14 Juni 2020 yang diikuti saksi Daniel Far, Onisimus Somnaikubun, Bony, Kosmas Kainkaimu, Remi Tanlain, Henra Yanto, Welhelem Laisina, Samuel Sirken Retraubun, Yeremias, dan Arnold Titahena. Dalam pertemuan itu, John Kei selain membahas penagihan utang, juga membahas terkait penghinaan yang dilakukan Nus Kei dalam sebuah video siaran tepat di Instagram.

John Kei menyinggung jasa dirinya untuk kelompok Amkei. “Bahwa kalian kegiatan di sini berkat siapa? Keyakinan itu penting. Jadi tolong tanpa buat malu saya. Dan tanpa berkhianat kepada saya, ” kata John Kei kepada kelompok Amkei.

Peringatan John Kei itu dijawab Daniel Far secara menyebut “Siap Bu (Kaka), saya bisa. ”

Buatan pertemuan disepakati untuk menyatroni vila Nus Kei pada 17 Juni 2020. Namun, kelompok Amkei tidak bertemu dengan Nus Kei. Lalu mereka merencanakan hari lain buat menyerang rumah Nus Kei pada Green Lake City, Tangerang, Banten.

Sampai akhirnya di dalam persiapan mereka memutuskan menyerang sendi Nus Kei, kemudian berujung wafatnya Yustus Corwing Rahakbau, 46, dan seorang pria berinisial ME nama lain A menderita luka berat dalam Minggu, 21 Juni 2020, terang hari.

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggugat John Kei dengan lima urusan berlapis di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (13/1). Pasal dakwaan tersebut meliputi pembunuhan berencana, pengeroyokan hingga adanya korban meninggal mengikuti kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Saksikan video menarik berikut ini: