Polda Jatim Sita Obat & Vitamin Penanganan Covid-19 Gelap

JawaPos. com – Satuan Tugas Penegakan Hukum Kepolisian Daerah Jawa Timur menyita sebanyak 43 jenis obat dan vitamin penanganan Covid-19 yang dijual secara ilegal saat melakukan Operasi Aman Nusa II.

“ Kami mengungkap adanya tindakan penjualan obat-obatan yang dilakukan karakter tidak benar. Tim mengabulkan penyitaan 43 jenis obat obatan dan vitamin, ” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dalam Surabaya, Sabtu (11/7).

Kapolda menjelaskan pengungkapan tersebut berawal dari fakta masyarakat terkait berbagai perkara yang terjadi akhir-akhir seolah-olah kelangkaan oksigen, obat-obatan serta juga vitamin. “ Tersangkanya satu orang. Obat dan vitamin ini dijual serta diedarkan bukan oleh orang yang berwenang dalam tempat kefarmasian, ” ucap mantan Kapolda Kalimantan Selatan tersebut.

Irjen Nico mewanti-wanti masyarakat yang tak berwenang untuk tidak menjajakan obat maupun vitamin penanganan Covid-19 yang saat tersebut dibutuhkan masyarakat. “ Hamba minta kepada masyarakat, tolong bila bukan apotek ataupun apoteker atau bukan toko obat yang punya kewenangan untuk jangan menjual. Kalau ada oknum bukan dengan memiliki izin tapi menjual produk farmasi, mohon dilaporkan, sekarang masyarakat banyak yang membutuhkan, ” katanya.

Dalam kesempatan itu perwira Polri berpangkat kartika dua tersebut menyampaikan kalau saat ini jajarannya langsung melakukan operasi yustisi untuk mendisiplinkan masyarakat. Alumnus Akpol 1992 tersebut juga menganjurkan masyarakat untuk tak beristirahat berperang melawan Covid-19, termasuk menerapkan protokol kesehatan di manapun berada.

“ Musuh yang tak kelihatan dan selalu mengancam, pada kelengahan kita. Tak mengenal batas tempat, masa dan usia, ” tuturnya. “ Kami mohon kepada masyarakat untuk satu dua minggu ini tetap status di rumah sehingga menyandarkan risiko penyebaran dan transmisi Covid-19, ” katanya menambahkan.

Polda Jatim turut meminta kepada ustazah untuk membantu menyosialisasikan terkait budaya Toron atau kembali kampung warga Madura zaman Hari Raya Idul Adha. “ Kami sampaikan pada masyarakat, untuk kali ini jangan melaksanakan budaya tersebut (toron, Red) dulu. Sabar dulu, kali ini kita harus sabar untuk langgeng tinggal di rumah. Ayo bersatu menghadapi Covid-19 secara menerapkan protokol kesehatan, ” katanya. (*)