Police Watch Sebut Piala Menpora Turnamen Ecek-Ecek, PSSI Tenang

JawaPos. com- PSSI segan memberikan tanggapan serius terpaut kritik Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane. Melalui unggahan di media sosialnya, Neta menyebutkan bahwa Turnamen Beker Menpora 2021 cuma medan kelas ecek-ecek.

Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi mengutarakan federasi sepak bola Indonesia berupaya menggelar turnaman tersebut secara profesional. Yakni secara melibatkan sejumlah klub Liga 1, tim yang beruang di divisi teratas menampar bola Indonesia.

Terkait kritikan tersebut, Yunus menyerahkan sepenuhnya penilaian itu kepada masyarakat sepak bola di Indonesia.

“Kami menghargai ketidaktahuan mereka (IPW) terhadap perkembangan dunia sepak bola, sehingga itu berkomentar yang aneh- eksentrik, ” kata Yunus dikutip dari Kurun . “Kami hargai aforisme mereka dan itu hendak kami jadikan semangat buat memperbaiki penyelengaraan Piala Menpora ini, ” tambah Yunus.

Yunus mengisbatkan bahwa turnamen Piala Menpora tahun ini bukan semata-mata sebagai ajang pertandingan untuk memperebutkan trofi juara. Namun sekaligus sebagai pembuka berkepanjangan bagi pelaksanaan kompetisi menyepak bola nasional yang telah lama vakum karena pandemi Covid-19.

“Tentunya dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan yang ketat pantas anjuran pemerintah. Dan saya juga telah berkomitmen dengan para suporter sepak bola tanah air untuk menyuarakan gerakan menonton sepak bola di rumah saja, ” ucap Yunus.

Yunus menambahkan bahwa di dalam rapat virtual persiapan pelaksanaan Piala Menpora, asosiasi suporter cukup sadar dengan status dan kondisi yang terjadi di tanah air. & mereka, klaim Yunus, telah sepakat untuk menjadi garda terdepan “gerakan nonton bola di rumah” atau tak hadir di stadion masa pertandingan.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dalam masa persiapan perlawanan karena kami berharap hamparan Piala Menpora tahun ini bisa terlaksana dengan cara, aman, dan sukses. Selalu tentunya bisa menjadi solusi bahwa pertandingan sepak bola juga bisa dilaksanakan dengan tertib protokol kesehatan, ” kata Yunus.