Polres Bantul Amankan Perusak Ambulans Bawa Pasien Indikasi Covid-19

JawaPos. com –Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta mengamankan IZ, 28, pelaku perusakan mobil ambulans. Saat itu, ambulans tersebut sedang membawa pasien terindikasi Covid-19 di wilayah Berkepanjangan Piyungan–Prambanan, Kabupaten Bantul.

Kepala Polres Bantul AKBP Ihsan seperti dilansir dari Jarang mengatakan, pelaku diamankan petugas satreskrim pada Selasa (13/7) pukul 19. 30 WIB. Pelaku dilaporkan melakukan perusakan ambulans pada hari yang sama sekitar pukul 17. 45 WIB.

”Setelah memiliki laporan, kami segera respons cepat. Sekitar pukul 19. 00 WIB, kami bisa identifikasi pelaku, kemudian saya amankan pelaku sekitar pukul 19. 30 WIB, untuk selanjutnya dibawa ke Polres Bantul guna pengusutan serta penyidikan lebih lanjut, ” kata Ihsan.

Pelaku perusakan tersebut teridentifikasi laki-laki berinisial IZ pedengan Unyil, 28, warga Kampung Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul. Sedangkan pelapor merupakan pengendara ambulans milik relawan SAR DIY yang saat tersebut sedang membawa pasien terindikasi terpapar Covid-19.

Kapolres mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas, pelaku mengiakan telah melakukan perusakan ambulans dengan cara melempar helm ke kaca belakang mobil ambulans sehingga mengalami berserakan. Pelaku kesal dengan sirine ambulans yang diduga pelaku tidak sedang membawa anak obat.

”Alasan tersangka melakukan itu, karena hati terhadap sirine dan lonceng ambulans yang seakan-akan membuat tersangka terburu-buru, dan tersangka menyakini jika ambulans tidak sedang membawa pasien, sehingga sempat terjadi cekcok antara tersangka dan pengemudi ambulans, ” ujar Ihsan.

Menurut dia, kejadian tersebut bermula pada Selasa (13/7), sekitar pukul 17. 45 WIB, saat pelapor mengendarai ambulans bersama saksi membawa pasien melintas dalam Jalan Wonosari dari barat ke timur. Sesampainya di depan Polsek Piyungan, ambulans disalip motor berboncengan dan berjalan zigzag di depan ambulans.

Sesudah kedua kendaraan belok ke arah Jalan Piyungan–Prambanan, pelaku berhenti di as ulama, kemudian pelapor mempertanyakan dalil pesepeda motor berhenti yang membuat perjalanan ambulans macet. Akan tetapi terjadi berkelahi dan ancaman dari pelaku.

Kemudian, zaman ambulans hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba dari arah dapur terdengar suara keras dengan diketahui kaca belakang berantakan. Atas kejadian tersebut pelapor melaporkannya ke Polres Bantul untuk proses hukum.

Kapolres mengatakan, berasaskan kejadian tersebut, polisi akan menerapkan pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman kejahatan penjara paling lama perut tahun delapan bulan.

”Dalam hal itu pelaku melakukan perusakan ambulans yang sedang melaksanakan tugas operasional kemanusiaan membawa pasien terindikasi Covid-19. Sehingga ana juga akan sangkakan perkara tentang penanggulangan wabah, agar bisa memberikan efek jera, ” terang Ihsan.