Polresta Bogor Kota Siapkan 17 Lokasi Penyekatan Kendaraan Bermotor

JawaPos. com –Polresta Bogor Kota menyiapkan 17 lokasi check point atau penyekatan pada pelaksanaan ganjil-genap kendaraan bermotor di Kota Bogor. Kebijakan itu dilaksanakan pada Jumat hingga Minggu (23–25/7).

Kapolresta Bogor Kota Kombespol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebanyak 17 lokasi penyekatan itu lokasinya berada di kota dan di batas kota. Sasarannya untuk menekan dan mengatur mobilitas kelompok di Kota Bogor di pelaksanaan PPKM darurat.

Ke-17 lokasi penyekatan tersebut adalah simpang Jembatan Merah, simpang Empang, cagak Baranangsiang, simpang McD Lodaya, simpang Pos Terpadu Juanda, dan simpang Denpom. Kemudian simpang Warung Jambu, simpang SPBU Air Mancur, cabang ex Bale Binarum, underpass Soleh Iskandar, simpang Pungutan BORR, putaran SPBU Veteran, Â simpang Salabenda, simpang Ciawi. simpang Dramaga, simpang Yasmin, serta simpang Brimob Kedunghalang.

”Pelaksanaan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor pada Jumat hingga Minggu (25/7) diputuskan pada kerap koordinasi Satgas Penanganan Covid-19. Hal ini sebagai modus untuk menekan kasus tentu Covid-19 di Kota Enau yang masih sangat agung, ” ujar Susatyo Purnomo Condro seperti dilansir lantaran Antara .

Polresta Bogor Kota, kata dia, jadi melaksanakan ganjil-genap bagi instrumen bermotor pada Jumat hingga Minggu. Hasilnya akan dievaluasi.

”Jika hasilnya cukup efektif mengurangi pergeseran masyarakat, akan dilanjutkan pada hari kerja. Pelaksanaannya situasional selama 24 jam, ” kata Susatyo Purnomo Condro.

Pada pelaksanaan kebijakan ganjil-genap, menurut kapolresta, polanya tidak lagi melaksanakan penyekatan terhadap masyarakat di luar sektor kritikal & esensial. Namun, diganti secara mengatur mobilitas masyarakat.

”Polanya diganti, lantaran melarang diubah menjadi mengatur. Agar masyarakat bersabar bergantian untuk belanja kebutuhan sehari-hari termasuk obat-obatan dan keinginan lainnya. Supaya tidak terjadi penumpukan pada waktu dengan sana, ” terang Susatyo Purnomo Condro.

Pada pelaksanaan ganjil-genap kelak, tetap diberlakukan pengecualian untuk kendaraan darurat, seperti ambulans, kendaraan damkar, tenaga kesehatan tubuh, kendaraan dinas TNI/Polri, instrumen sembako, angkutan umum, beserta kendaraan online .

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mencanangkan keputusan pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli.