Ruangan Sempit, Pilih Yang Berpintu Geser

Satu hal yang memutar penting ada di zona tidur selain tempat rebah adalah wardrobe atau lemari pakaian. Ada beberapa masukan agar fungsinya optimal, akan tetapi tidak terlihat bulky serta mengedepankan estetika ruangan.

SECARA garis besar, wardrobe mampu dibedakan menjadi dua jenis, yakni yang built-in serta freestanding. Jika rumah tersebut masih akan dibangun, menuruti wardrobe built-in mungkin mampu menjadi pilihan yang positif. ’’Anda bisa menyiapkan space untuk area wardrobe, ’’ kata Louis Marcel, perancang interior asal Surabaya.

Misalnya, pada lengah satu proyek Louis di Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam master bedroom, built-in wardrobe ditempatkan di area kecil kamar tidur. Area terbaring dan wardrobe dipisahkan tebal telinga sekat yang tidak tertutup.

Wardrobe berada dalam satu area secara meja rias lengkap dengan cerminnya. Panjang disesuaikan secara lebar dinding space. Wardrobe ditempatkan pada dua bagian dinding, menjulang hingga ke langit-langit ruangan.

Tapi, furnitur built-in tentu memiliki kekurangan, salah satunya tidak bisa digeser atau dipindahkan. Dengan begitu, macam wardrobe ini kurang pas untuk Anda yang rajin mengubah style kamar. Kalau ingin lebih fleksibel, wardrobe freestanding atau lepasan mampu jadi pilihan. ’’Lebih positif, terutama buat yang patokan kamar sempit, ’’ sebutan owner Cozy Living tersebut.

KESAN CLEAN: Jika merata master bedroom cukup medan, wardrobe bisa ditempatkan “ terpisah” dari area tempat tidur dengan konsep built-in hingga menyentuh ceiling. (COZY LIVING FOR JAWA POS)

Selain dua jenis itu, memastikan wardrobe bisa dipertimbangkan dari segi modelnya. Apakah mau yang pintunya swing ataupun geser? Lalu, berapa kemungkinan yang diinginkan? Menurut Marcel, standar lebar minimal wardrobe dengan pintu swing adalah 60 sentimeter.

’’Tujuannya, supaya baju gantungan enggak miring atau nabrak sama pintu, ’’ ujarnya. Semetara itu, untuk wardrobe pintu geser, built-in ataupun bukan, standar lebar minimalnya 65 sentimeter. ’’Lebih tumbuh karena relnya atas kolong (top line), ’’ katanya.

Untuk ruangan kecil, Marcel lebih menyarankan wardrobe berpintu geser karena menghemat space. Lebar wardrobe pintu swing memang sedikit lebih kecil, tapi perlu space ekstra untuk menggelar pintunya. Wardrobe dengan kemungkinan sliding biasanya didesain bertambah panjang karena cara membukanya adalah dengan menggeser kepala pintu secara bergantian (tidak bisa dibuka lebar kedua pintu sekaligus).

KESAN CLEAN: Jika luas master bedroom cukup lapang, wardrobe bisa ditempatkan “ terpisah” dibanding area tempat tidur dengan konsep built-in hingga mengenai ceiling. (COZY LIVING FOR JAWA POS)

’’Satu pintu wardrobe geser itu minimal panjangnya 55 sentimeter. Kalau lebih kecil daripada itu bisa sih, tapi mengambil bahan di dalamnya sedikit-sedikit, tak bisa leluasa, ’’ katanya.

Meski panjang, tidak ada space yang terbuang karena lebih penuh ruang untuk menyimpan baju di dalamnya. ’’Kebanyakan kondominium yang memang space nggak terlalu besar biasa pake sliding atau enggak memakai pintu sekalian, ’’ katanya.


PILAH-PILIH MATERIAL

  • Menurut Marcel, wardrobe dengan material plywood atau multipleks sudah cukup baik karena kuat dan kukuh. Daya tahannya kira-kira 10–20 tahun bergantung pemakaian dan kualitas material dasarnya.
  • Jika memiliki bujet terbatas, wardrobe berbahan serbuk kayu bisa maka pilihan. Biasanya ditemukan dalam wardrobe freestanding di gardu furnitur. Serbuk kayu punya kualitas beragam. Jika kualitasnya rendah, wardrobe cenderung reyot dan kurang kuat. Ketahanan material ini 3–7 tahun.
  • Bahan dasar itu kemudian dilapisi sedang. Salah satu jenis susunan yang paling umum merupakan HPL. Menurut Marcel, HPL cukup bagus karena tebal dan tahan air. Susunan HPL juga tersedia dalam beragam motif kayu yang cantik.
  • Jika ingin wardrobe dengan warna-warna solid, pilihlah wardrobe secara finishing duco . Harganya lebih luhur daripada HPL, namun hasilnya lebih smooth. Warna-warnanya kendati beragam.

KESAN CLEAN: Jika luas master bedroom cukup lapang, wardrobe mampu ditempatkan “ terpisah” lantaran area tempat tidur secara konsep built-in hingga menyentuh ceiling. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)