Saksi Sebut Gamis Novel Berbau Menyengat Usai Disiram Air Keras Karakter

JawaPos. com – Saksi sidang penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Nursalim menyatakan, gamis yang dipergunakan Novel saat peristiwa 11 April 2017 sangat berbau menyengat serta terlihat bekas siraman. Dia mengaku, saat itu merasakan panas kala memegang gamis tersebut.

“Bajunya masih utuh, ada kancing kebuka. Ada bekas air. Enak sebagian depannya doang, yang atasnya saja. Kita pegang lama-lama terasa panas di tangan. Dan menyengat, ” kata Nursalim saat menguatkan di Pengadilan Negeri Jakarta Mengetengahkan, Rabu (6/5).

Pada majelis hakim, Nursalim mengaku tak mengetahui secara pasti cairan barang apa yang ada di gamis Novel. Namun, berdasarkan keterangan warga, Novel mendapat penganiayaan disiram air berlelah-lelah.

“Setelah kejadian, orang-orang bilangnya Pak Novel disiram tirta keras, ” ujar Nursalim.

Nursalim yang merupakan pemimpin salat subuh di Masjid Al Ihsan tak jauh dari rumah Novel, mengaku memindahkan gamis yang dikenakan Novel usai dievakuasi ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Dia melihat mata kiri Roman mengalami memar usai peristiwa penyiraman air keras.

“Saya memindahkan gamis dan kopiah dengan tangan kosong. Yang gelas ataupun cangkir ada orang lain, tetangga pak Novel namanya Dino, ” tukas Nursalim.

Untuk diketahui, dua oknum Brimob Polri Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka-luka berat. Keduanya menyebabkan mata Roman Baswedan mengalami penyakit sehingga kornea mata kanan dan kiri berpotensi menyebabkan kebutaan.

Kedua terdakwa melakukan perbuatannya karena memburukkan Novel Baswedan yang dinilai sudah mengkhianati dan melawan institusi Polri. Keduanya kemudian pada 11 April 2017 bertempat di Jalan Simpanan Blok T Nomor 10 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar pukul 05. 10 WIB menyiram cairan asam sulfat (H2SO4) kepada Novel Baswedan dengan keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya.

Akibat ulah kedua terdakwa, cidera dengan dialami Novel itu disebutkan bersandarkan hasil visum et repertum cetakan 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Vila Sakit Mitra Keluarga menyatakan ditemukan luka bakar dibagian wajah dan kornea mata kanan dan kiri Novel.

Bahkan, kelanjutan perbuatan kedua terdakwa, mata kanan dan kiri Novel berpotensi menikmati kebutaan. Hal ini pun berdampak pada kinerja Novel sebagai penyidik KPK.

Atas perbuatannya, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pencetus 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Urusan 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.