Selamat dari Maut, Pramugari Ini Tiba-tiba Diminta Batal Terbang

JawaPos. com – Kisah manusia memang beda-beda. Tergantung kehendak Yang Maha Kuasa. Contohnya dirasakan Pramugari Sriwijaya Air, Ananda Lestari yang mengalami keberuntungan bisa lolos dari maut.

Ananda rencananya terbang bersama Sriwijaya Air SJ182 ke Pontianak dari Jakarta. Namun tiba-tiba, jadwalnya berubah dan Ananda mendapat penerbangan ke Makassar. Dia pun selamat.

Pramugari Sriwijaya Air dasar Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini begitu terpukul mendengar kecelakaan pesawat Sriwijaya Air pada Kepulauan Seribu. Padahal, gadis cantik ini sedianya terbang bersama Sriwijaya Air SJ 182. Namun tiba-tiba, jadwalnya berubah dan Ananda meraih penerbangan ke Makassar.

Keluarga dekat Ananda Lestari, Nurpiana menceritakan bahwa setelah mendengar berita adanya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182, ia sontak kaget karena sebelumnya mendengar kalau jadwal terbang anak dari saudaranya itu Jakarta – Pontianak.

“Saya langsung syok mendengar berita ini. Namun saya tetap menenangkan diri dan mencoba menghubungi Ananda siapa tahu bukan pesawat itu yg dia tumpangi, ” kata Nurpiana seperti diberitakan PojokSatu (Jawa Pos Group) , Minggu (10/1).

Nurpiana melanjutkan, setelah tersambung ke telepon Ananda, dirinya langsung mengucap syukur karena Ananda ternyata tidak ikut di dalam penerbangan tersebut. “Iya, Alhamdulillah ibu, bukan ji ajal ku kasian, kenapa tiba-tiba ruteku ke Makassar, padahal tadinya mau di pesawat itu, ” ucap Nurpiana menarik perkataan Ananda.

Ananda langsung menangis dan mengucapkan rasa syukur saat dihubungi, karena dirinya terhindar dari kecelakaan itu. “Ananda juga sangat sedih atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air ini, serta dia juga mengucapkan terima kasih banyak atas doa semua keluarga, ” bebernya.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air yang menarik 50 penumpang yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak serta 3 bayi, serta 12 kru pesawat jatuh setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1).

Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 oleh registrasi PK-CLC terbang dengan rute Jakarta-Pontianak diketahui sempat meminta izin untuk menaiki ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar. Namun pada sekitar pukul 14. forty WIB pesawat hilang kontak dan dikabarkan jatuh di perairan Pulau Seribu.