Senin Mulai Dibagikan, Penyaluran Bansos Surabaya Lewat Kantor Pos

JawaPos. com – Verifikasi data-data penerima bantuan baik (bansos) tunai terus dilakukan PT Pos Indonesia dengan Pemkot Surabaya. Sinkronisasi data itu bertujuan untuk memastikan data penerima bansos tunai yang dibagikan mulai besok (11/5) tersebut benar-benar valid.

Total penerima bansos Rp 600 ribu selama tiga bulan (Mei, Juni, dan Juli) itu menyentuh 174. 332 keluarga. Tapi, nanti akan didistribusikan ke 6. 456 keluarga. Ditargetkan, pembagian tersebut lengkap dalam waktu sepekan hingga Sabtu pekan depan.

Kepala Kantor Pos Surabaya Dino Ariyadi mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi secara Pemkot Surabaya untuk finalisasi bukti penerima bansos tunai tersebut. Koordinasi data itu juga dilakukan kemarin dengan pemkot. Orang yang tidak berhak tidak boleh sampai memperoleh uang tersebut.

’’Sehingga kami sedang menunggu data verifikasi dari bagian pemerintahan dan dinas sosial. Besok (hari ini, Red) kami akan rekonsiliasi data, ’’ ungkap Dino kemarin (9/5).

Setelah rekonsiliasi data tersebut, PT Pos Indonesia akan menodong bantuan lurah untuk penyampaian tulisan pemberitahuan kepada para keluarga penyambut manfaat. Surat tersebut memang bisa dibilang mepet dengan jadwal pemungutan. Tetapi, memang ada kelonggaran. Jikalau penerima tak bisa mengambil Senin, bisa dijadwalkan hari lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi & Informatika Surabaya M. Fikser menjelaskan bahwa verifikasi data itu memerlukan waktu berulang-ulang. Karena itu, bansos tunai tersebut tak bisa dikerjakan dengan relatif cepat. ’’Ketika keterangan itu sudah baik dan betul, insya Allah bantuan itu segera kami distribusikan, ’’ ujar dia.

Khusus bansos tunai, bantuan disalurkan PT Pos Indonesia. Sementara itu, distribusi bantuan sembako ditangani Pemkot Surabaya melalui kelurahan dengan dibantu RT dan RW.

Pemkot memang menghindari kerumunan dalam pembagian sebagaimana yang terjadi pada pembagian bantuan kepala (banpres) di Putat Jaya, Sawahan, kemarin. Agenda tersebut disesaki masyarakat. Bahkan, ratusan warga mendatangi kantor kelurahan sejak pagi untuk mengantre. Pihak kelurahan menyatakan, itu terjadi lantaran warga yang tak terdata dalam pembagian banpres juga ikut datang ke lokasi.

Saksikan video menarik beserta ini: