Serat Brigjen Prasetijo, Peran Anita Kolopaking di Kasus Surat Jalan

JawaPos. com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkap peran penting pengacara Anita Kolopaking dalam kasus surat jalan. Anita diketahui sebagai penghubung antara Brigjen Pol Prasetijo Utomo dengan Djoko Tjandra.

Awi mengantarkan, peran penting itu pula dengan turut mempengaruhi penyidik langsung melangsungkan penahanan kepada Anita. Penyidik menghalangi Anita kabur menghilangkan barang informasi.

“Selama ini relevansi Djoko Tjandra untuk masuk ke Indonesia, kemudian dibuatkan surat tiruan oleh BJPU itu semua yang jembatani adalah ADK, ” sirih Awi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8).

Kendati demikian Awi enggan merinci apa saja yang dilakukan oleh Anita selama menjadi perantara. Tempat berdalih hal itu masuk di dalam ranah kepentingan penyidikan perkara.

“Untuk detilnya kami tidak bisa menyampaikan kepada rekan-rekan media, karena ada yang dirahasiakan di dalam artian tidak semua hasil pemeriksaan kami bisa sampaikan, ” perkataan Awi.

“Menjembatani ini dalam hal apa saja, tentunya ini digali penyidik mulai pokok per poin, waktu ke waktu. Tentunya waktu kan berjalan, membentuk tidak langsung jadi (Surat Jalan) begitu, ” jelasnya.

Sebelumnya, Anita Kolopaking ditetapkan penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka Surat Jalan Djoko Tjandra. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik telah melakukan menggelar perkara kasus tersebut pada Senin (27/7) lalu. Penyidik kemudian memperoleh barang bukti yang cukup buat menaikan status hukum Anita.

“Hasil gelar perkara tersebut kesimpulannya adalah menaikan status saudari Anita Dewi Kolopaking jadi simpulan, ” kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (30/7).

Dalam perkara ini, penyidik sudah memeriksa 23 orang bukti. Terdiri dari 20 saksi dalam Jakarta, dan 3 saksi di Pontianak. Adapun barang bukti dengan dimiliki penyidik yaitu Surat Pekerjaan dan Surat Bebas Covid-19 Djoko Tjandra, serta surat Kejaksaan Agung terkait status hukum Djoko Tjandra.

Usai diambil Berita Acara Pemeriksaan (BAP), penyidik membatalkan langsung melakukan penahanan kepada Anita. Penahanan dilakukan selama 20 hari terhitung dari 8 Agustus 2020. Anita ditempatkan di Rutan Bareskrim Polri.