Sudah Vaksin Maupun Belum, Terpapar Varian Delta, Jumlah Virus Sama

JawaPos. com – Seseorang yang sudah divaksinasi tak menjamin tak tertular Covid-19. Buktinya ratusan tenaga kesehatan pasti terpapar bahkan ada yang meninggal dunia walau telah divaksin. Bahkan, sebuah pengkajian terbaru menyebutkan, jika terpapar Covid-19, jumlah virus pada tubuh pasien baik dengan sudah divaksin maupun yang belum, ternyata memiliki viral load atau jumlah virus yang sama banyaknya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Oxford melaporkan bahwa orang yang divaksinasi lengkap yang terinfeksi varian Delta memiliki jumlah viral load yang sama dipadankan dengan orang yang tidak divaksinasi yang terinfeksi. Berarti, vaksin tidak mampu menurunkan viral load pada peristiwa varian Delta.

Semakin tinggi viral load, semakin besar kemungkinan orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke orang lain. Dalam studi tersebut, para peneliti menunjukkan bahwa urusan varian Delta terobosan bisa menularkan virus dengan efek yang sama, apakah itu divaksinasi atau tidak divaksinasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merilis tiga pengkajian pada Rabu (18/8) yang mengungkapkan bahwa kasus penularan akibat varian Delta berlaku lebih sering daripada dengan diperkirakan sebelumnya. Ahli hancur umum AS Vivek Murthy mengatakan selama briefing bahwa data terbaru menunjukkan perlindungan vaksin terhadap kasus rendah dan sedang telah menyusut dari waktu ke waktu, kemungkinan besar karena berkurangnya kekebalan dan kekuatan varian delta yang tersebar luas menurut USA Today.

Sementari spesialis aib menular AS dr. Lucy Horton mengatakan bahwa varian Delta membutuhkan perlindungan berlapis. Studi Oxford berjudul ‘ Dampak Delta pada Bahara Viral dan Efektivitas Vaksin Terhadap Infeksi Sars-CoV-2 Mutakhir di Inggris’ menunjukkan kalau vaksin tidak menurunkan viral load dalam kasus terobosan Delta. Namun, para pengkaji menekankan bahwa vaksinasi sedang menawarkan perlindungan yang molek terhadap virus dan melindungi orang dari sakit berat.

CBS News melaporkan bahwa data dibanding survei nyata di Inggris menunjukkan bahwa infeksi sedang dapat menimbulkan risiko infeksi yang signifikan bagi orang yang tidak divaksinasi. Kepala peneliti studi Dr. Sarah Walker mengatakan bahwa penelitian tersebut menunjukkan dua jumlah vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna, ataupun AstraZeneca masih memberikan perlindungan. Dan, mereka yang divaksinasi dengan vaksin tersebut mengarah tidak terinfeksi, meski itu masih memiliki viral load yang sama seperti itu yang belum divaksinasi serupa sekali.