The Fed Tak Naikkan Suku Kembang, Rupiah Bisa Curi Peluang Menguat

JawaPos. com – Posisi Rupiah di hari ini, Kamis (11/6), balik terpeleset level 14. 014, bersandarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI). Meski begitu, pergerakan mata kekayaan Garuda diprediksi menguat didorong hati hasil rapat moneter Bank Sentral AS the Federal Reserve (Fed) dini hari tadi.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston menyampaikan, The Fed telah mengumumkan belum akan memasang suku bunga dan tetap mengangkat pembelian obligasi hingga 2022. Pemberitahuan ini mengindikasikan ekonomi AS masih akan melemah dalam waktu dengan cukup lama.

“Bakal menjadi mover untuk USD-IDR hari itu, ” ujarnya dalam pesan singkatnya, Kamis (11/6).

Menurutnya, pernyataan the Fed tersebut memberikan tekanan untuk dolar AS. Jadi ini berpotensi mendorong penguatan Rupiah terhadap dolar AS.

Namun di sisi lain, penjelasan the Fed ini menyiratkan ekonomi global tidak akan pulih di dalam waktu dekat, seperti sebelum epidemi. Selain itu, pasar mewaspadai gelombang kedua di negara yang telah membuka ekonominya, termasuk Indonesia.

Di beberapa negara yang memasuki atau jelang new normal , tingkat pembesaran kasus Covid-19 memburuk. Kondisi ini berpotensi memperketat kembali aktivitas ekonomi.

“Ini bisa menyampaikan sentimen negatif ke aset berisiko, ” tuturnya.

Dengan demikian, pihaknya menperkirakan Rupiah jadi masih bisa menguat ke kisaran 13. 800 dengan potensi pelemahan ke area 14. 100.